Jumat, 1 Mei 2026

Ditabrak Remaja Ugal-Ugalan, Wanita Paruh Baya Terkapar Besimbah Darah

Berita Terkait

Warga menolong Jojo, 55, korban tabrakan di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (27/10). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan Brigjen Katamso, Batuaji. Juju, seorang wanita paruh baya yang mengendarai sepeda motor Suzuki Smash BP 67xx EM ditabrak oleh seorang remaja yang mengendarai sepeda motor matik tanpa plat nomor di simpang perumahan PJB, Sagulung, Jumat (27/10) sekitar pukul 13.30 WIB.

Akibatnya Juju harus dilarikan ke klinik terdekat karena mengalami luka dan pendarahan yang serius di sekujur tubuhnya.
Sementara remaja yang menjadi penyebab kecelakaan kabur usai menabrak korban.

Informasi yang dapat, kecelakaan tersebut disebabkan oleh aksi kebut-kebutan yang dilakukan oleh remaja penabrak tadi. Sebelum kecelakaan terjadi Juju memang sedang melaju dengan sepeda motornya dari arah Simpang Basecamp ke arah Tanjunguncang, namun sampai di simpang PJB, mendadak remaja tanggung tadi nyalip dari belakang dan hendak berbelok ke arah simpang PJB. Karena Juju berada di depan dan dalam posisi cukup laju tak bisa mengelak sepeda motor yang dikendarai remaja tadi saat hendak belok. Tabrakan terjadi. Juju tersungkur ke depan bersama sepeda motornya, sementara remaja tadi hanya jatuh ringan saja.

“Anak itu (remaja yang menyebabkan kecalakaan) ugal-ugal memang dari simpang Basecamp. Tak pakai helm, motornya tak ada plat nomor. Dia salib-salib denga kendaraan lain. Sampai di sini malah tabrak ibu ini,” kata Ernita, pengendara lain yang melihat kecelakaan itu.

Saat kecelakaan terjadi, remaja tanggung itu masih sempat diamankan warga, namun saat warga sibuk menggotong Juju yang sekarat bersimbah darah, dia malah kabur ke arah perumahan PJB.

Dengan adanya kejadian itu, warga berharap agar aparat kepolisian segera turun menertibkan kelakukan remaja yang suka ugal-ugalan di jalan raya. Bagaimanapun selama ini jalan di Batuaji dan Sagulung kerap dijadikan lokasi balapan liar dari remaja bersepeda motor.

“Ini sudah kesekian kalinya terjadi. Padahal ada pos polisi di simpang Basecamp, tapi anak-anak ini bebas berkeliaran tanpa helm, tanpa plat nomor dan ugal-ugalan di jalan raya,” keluh Hendrik, warga lain.

Sementara Juju sendiri mengaku pasrah dengan musibah yang dialaminya itu. Dia tak bisa berbuat banyak sebab sanak keluarganya tak berada di Batam.”Anak-anak saya di Singapura. Saya sendiri disini. Tak tahu lagi siapa yang mau urus saya ini,” ujarnya sebelum digotong warga ke klinik terdekat. (eja)

Update