Pekerja memprbaiki jaringan pipa saat perubahan rezim suplai baru beberapa waktu lalu. kini suplai ke pelanggan dengan wilayah elevasi tinggi dan jauh dari ujung pipa semakin membaik.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) selalu berupaya memberikan layanan suplai air ke pelannggan dengan baik. Bentuk perubahan nyata yang dilakukan ATB untuk membanahi suplai air kepelanggan terus dilakukan. Secara berkala ATB melakukan perbaikan jaringan pipa-pipa pelanggan.

Berawal dari dilakukannya perubahan rezim suplai baru yang sudah berjalan sejak awal 2017. ATB terus berimprovisasi mencari solusi tepat agar suplai kepelanggan bisa diminimalisir. Hal tersebut dibuktikan dengan berjalannya konsep perubahan rezim suplai baru.

“Pola perubahan rezim suplai baru yang dilakukan ATB jadi solusi tepat untuk mengurangi dampak terhentinya suplai air ke pelanggan. Setelah dijalankan, rezim suplai baru bisa memberikan dampak bagus ke pelanggan,” jelas Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB, Jumat (27/10).

Dampak dari perubahan rezim suplai baru tersebut cukup signifikan. Dahulunya banyak daerah pelanggan yang masuk kategori stress area dan critical area. Faktor tersebut dipengaruhi oleh lokasi pelanggan yang berada di elevasi tinggi dan berada diujung pipa distribusi.

“Dibanding tahun 2016 dan sebelumnya, pelanggan dilokasi stress area dan critical area sudah jauh berkurang dan suplai sudah semakin membaik diterima pelanggan,” jelas Enriqo.

Membaiknya suplai ke pelanggan, juga tidak bisa lepas dari peran ATB dalam memperkuat jaringan ke pelanggan untuk mendukung rezim supplai yang baru. Di kawasan pelanggan masih terdapat jaringan pipa-pipa lama yang belum mendapat penggantian. Kondisi tersebut tidak sebanding dengan kondisi kebutuhan suplai air yang ada saat ini.

“Proyek penguatan jaringan pipa pelanggan yang telah dijalankan ATB sampai saat ini sudah mulai dirasakan pelanggan. Bahkan pelanggan telah merasakan suplai air semakin membaik. ATB tentunya akan terus meningkatkan layanan agar suplai air bisa dinikmati seluruh pelanggan,” ucap Enriqo Moreno.

Seiring kerja keras setiap lini ATB dengan orientasi mengutamakan kepuasan pelanggan. ATB selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik secara berkelanjutan.

Sejalan dengan perubahan rezim suplai yang menghasilkan membaiknya suplai diseluruh wilayah pelanggan di Batam, ATB tidak melupakan pengendalian kebocoran. Keseimbangan antara suplai dan kebocoran ini bisa terwujud, tidak terlepas dari peran pemanfaatan teknologi informasi melalui SCADA dan GIS terintegrasi yang dimiliki ATB.

Dengan SCADA dan GIS terintegrasi yang hanya satu satunya di Indonesia, ATB dapat lebih mudah mengatur suplai dan pengendalian kebocoran air disetiap zona. (*)