Jumat, 17 April 2026

Batam Art & Culture Performance Manjakan Turis

Berita Terkait

ilustrasi

Bertempat di Ballroom Nagoya Hill Hotel Batam, Sabtu (28/10/2017) digelar “Batam Art and Culture Performance”.

Sesuai judulnya, acara ini menyuguhkan berbagai seni dan budaya Indonesia. Mulai dari tari-tarian Melayu dan Jawa, juga hiburan musik melayu.

Semuanya diset istimewa. Penari, penyanyi dan para penampil lainnya adalah mereka para profesional. Konsep suguhanya pun memakai standar tinggi.

Hasilnya, 250 wisatawan mancanegara asal Singapura, Malaysia, Thailand, Korea, Cina, Filipina, dan India dijamin happy. Liburan mereka di Batam semakin indah. Ujungnya pariwisata Indonesia akan semakin moncer. Wonderful Indonesia bakal semakin berkibar.

“Mereka adalah wisatawan yang ada di Singapura dan Malaysia yang tergoda dengan paket-paket yang ada dalam PWI Crossborder. Dalam paket tersebut, salah satu programnya mereka akan disuguhkan penampilan seni dan budaya ini,” ujar Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti didampingi Kepala Bidang Promosi Pameran, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Diana Tikupasang.

Pemilihan suguhan seni dan budaya menjadi pilihan yang tepat karena Indonesia memiliki ragam potense seni dan budaya yang tinggi. Bahkan nature and culture resources Indonesia selalu masuk Top 20 in the world.

Selain itu berdasarkan data, minat wisatawan ke Indonesia, terutama wisatawan mancanegara 60 persen adalah karena culture. Wisatawan sangat ingin merasakan atmosfer budaya lokal. 35 persen faktor alam atau nature dan sisanya 5 persen man made.

“Karena itu seni dan budaya inilah yang disuguhkan. Sehingga liburan mereka akan semakin lengkap. Selain mereka belanja, spa, golf ataupun wisata lainnya yang ada di Batam,” ujar Esthy diamini Diana.

Sebagai destinasi wisata, Batam memang populer. Letaknya yang dekat dengan Singapura dan Malaysia, hanya 40 menit menggunakam ferry, membuat Batam selalu jadi top destinasi. Batam juga lengkap.

Dalam program PWI Crossborder saja ada 240 industri yang bergabung. Mulai dari spa, belanja, golf, wisata bahari, semua ada.

“Yang lebih istimewa lagi, semuanya ditawarkan dengan harga yang pasti tidak akan dapat ditolak wisatawan,” kata Esthy. Menteri Pariwisata Arief Yahya sejalan dan seirama dengan bawahanya itu. Bahwa wisatawan harus di-treat layaknya customer. Karena berwisata itu memberikan pengalaman yang dapat memuaskan jiwa dan raga dan meninggalkan kesan mendalam.

“Kalau kesannya saja sudah tidak enak, pasti wisatawan tidak akan balik lagi. Namun sebaliknya, ketika terkesan, mereka akan menjadi repeater dan endorser kecil bagi kolega, keluarga dan rekan-rekannya untuk pariwisata Indonesia,” ujar Manpar Arief Yahya.(*)

Update