batampos.co.id – Mengantisipasi masuknya narkoba dari Batam, pihak kepolisian menyarankan pihak pelabuhan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Tanjunguban maupun Bulang Linggi Tanjunguban memasang mesin pemeriksaan X Ray (pemindai).

“Rata-rata pengedar, karena narkoba yang beredar di Bintan, dipasok dari Batam,” ungkap Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunotomelalui Kasat Narkoba Polres Bintan AKP Joko kepada Batam Pos, Minggu (29/10).

Dari beberapa pengungkapan kasus, pelaku mengaku membeli narkoba dari Simpang Dam, Batam. Hanya, ketika dilakukan pengembangan, jejak bandar atau penjual narkoba sukar ditelusuri. “Mereka janji ketemu di sana setelah transaksi sudah, jadi tak saling kenal,” katanya.

Harapnya, adanya fasilitas X Ray di pelabuhan akan meringankan tugas kepolisian dalam mengungkap peredaran narkoba ke Bintan. Karena Bintan adalah daerah kepulauan yang 90 persen dikelilingi laut sehingga narkoba dengan mudah masuk melalui pelabuhan resmi atau pelabuhan rakyat. “Karena tidak ada pemeriksaan X Ray jadi kita tak tahu
penumpang bawa apa,” katanya.

Selama ini, upaya yang sudah dilakukannya adalah memasang beberapa spanduk imbauan berupa pencegahan dan bahaya narkoba. Spanduk dipasang di beberapa pelabuhan di Tanjunguban dan Kijang.

Selain itu, ia berharap kerja sama dari masyarakat. Jika mendapati informasi pengguna narkoba di wilayahnya, ia meminta melaporkannya segera karena masyarakat memiliki peran dalam mencegah peredaran narkoba di lingkungannya. Ia juga mengatakan akhir tahun diprediksi narkoba yang masuk ke Bintan. “Trennya akhir tahun pesanan narkoba
banyak, ini harus diantisipasi bersama,” tukasnya. (cr21)

Advertisement
loading...