
batampos.co.id– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam tidak menyediakan anggaran tes psikologi bagi pelamar tenaga honorer. Alhasil, per orang harus membayar sendiri jasa psikiater dari Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu.
“Anggaran kami tidak ada, jadi mau tidak mau mereka harus membayar sendiri tesnya,” ujar Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, kemarin.
Ia menyampaikan, hasil tes ini merupakan syarat dan akan jadi pertimbangan Pemko Batam mempekerjakan calon pelamar kelak. Untuk diketahui, tahap tes tertulis perekrutan tenaga medis ini telah selesai.
“Ada 300 kandidat yang berhasil terpilih, selanjutnya akan mengikuti tes psikologi 18 November mendatang,” terang Didi.
Menurutnya, dari jumlah yang lulus tes tertulis yang mencapai 300 orang ini akan dirampingkan menjadi 64 orang, dan akan ditempatkan di beberapa unit layanan kesehatan milik Pemko Batam.
“Tambah pegawai ini penting, jumlah (pegawai) sekarang terbatas,” sebut Didi.
Ia menjelaskan perekrutan tenaga honorer ini berkemungkinan gagal dilakukan tahun ini, dan akan dilanjutkan di tahun 2018. “Panjang proses seleksi, kemungkinan besar mereka akan aktif bekerja awal tahun depan,” ungkapnya.
Untuk saat ini, kebutuhan tenaga medis di puskesmas yang baru sudah diisi tenaga medis dari puskesmas lain. “Yang penting dokternya ada, walaupun jumlahnya tak sebanyak puskesmas lainnya. Jadi kami manfaatkan yang ada dulu,” tambahnya.
Ia berharap tahun depan, seluruh operasional di puskesmas yang ada saat ini bisa berjalan dengan baik, termasuk memenuhi kebutuhan tenaga medis. “Tahun depan kami sudah punya tenaga medis baru, jadi operasional akan lebih baik untuk memajukan pelayanan di tingkat puskesmas,” tutupnya. (cr17)
