Jumat, 24 April 2026

Hamparan Pasir Putih yang Mempesona

Berita Terkait

Pengunjung menikmati suasana pantai Tanjung Siambang Pulau Dompak Minggu (15/10) lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.idBerada diujung Pulau Dompak, Tanjungpinang membuat destinasi wisata Pantai Tanjungsiambang kurang terkenal. Padahal pantai itu memberikan pesona yang bisa menghipnotis mata. Pantas saja, Pantai Tanjungsiambang menjadi lokasi strategis bagi pelaksanaan lomba tradisional games, Festival Bahari Kepri (FBK) beberapa waktu lalu.

Berbicara destinasi wisata pantai di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang memang tidak banyak pilihan. Karena andalan tujuan wisata pantai di Pulau Bintan idealnya adalah Trikora dan Lagoi. Namun belakangan ini, Pantai Tanjungsiambang bisa menjadi tempat wisata pantai alternatif bagi yang ingin liburan.

Sebelum rampungnya Jembatan I Dompak, Tanjungpinang, akses untuk menuju Pantai Tanjungsiambang cukup menyita waktu. Akan tetapi dengan adanya infrastruktur jembatan yang menghubungkan Tanjungpinang dengan Dompak, rentang kendali menuju daerah tersebut terasa lebih dekat. Bahkan lebih kurang hanya sekitar 15 menit dari Jembatan I Dompak.

Deru ombak dan kecupan angin akan menyambut mesra ketika tiba di Pantai Tanjungsiambang. Kondisi air laut yang bersih dipadu dengan putihnya hamparan pasir laut, akan memanjakan kaki yang berjalan. Meskipun letaknya boleh dikatakan terasing

Ukuran pantai tersebut memang tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan Pantai Trikora, Bintan, Kepulauan Riau yang telah menjadi tempat rekreasi sejak lama.

Meskipun levelnya dibawah Trikora dan Lagoi, tapi yang pasti Pantai Tanjungsiambang bisa menjadi destinasi alternatif untuk menghabiskan liburan bersama keluarga. “Pemerintah Provinsi Kepri memang tengah mempersiapkan Dompak sebagai salah satu destinasi wisata di Tanjungpinang ke depan, ” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar dalam bincang-bincang pengembangan pariwisata Dompak, kemarin.

Menurut Buralimar, destinasi wisata pantai di Tanjungpinang memang tidak banyak pilihan. Meskipun demikian, kehadiran Pantai Tanjungsiambang tetap dibutuhkan. Bahkan pantai tersebut menjadi lokasi yang ideal untuk pelaksanaan iven-iven wisata tradisional.

Apakah itu sampan layar maupun perahu jong. Dijelaskannya, karena Tanjungsiambang adalah bagian dari Dompak yang merupakan Pusat Pemerintahan Provinsi Kepri, tentu masuk dalam rencana pengembangan pariwisata Kepri. Ditanya apakah lokasi tersebut adalah milik Pemprov Kepri, Pemko Tanjungpinang ataupun masih hak masyarakat.

“Kita belum mengetahui, apakah milik Pemerintah atau masih masyarakat. Tetapi siapapun pemiliknya, tetap akan berikan perhatian untuk pengembangan,” tegas Buralimar.

Pejabat eselon II yang sudah malang melintang diberbagai posisi jabatan tersebut memaparkan, lewat tahun anggaran 2018 mendatang, Pemprov juga akan membangun destinasi wisata mangrove di Pulau Dompak. Dari sisi wisata, Dompak akan sangat represenatatif kedepan.

“Kita akan mensinergikan potensi-potensi wisata yang ada di Dompak kedepannya. Artinya destinasi yang ada harus saling mendukung kepentingan wisata,” jelasnya.

Ditambahkan, Pantai Tanjungsiambang memang masih membutuhkan banyak pekerjaan. Seperti penataan gazebo yang dibangun masyarakat. Karena letaknya dekat dengan bibir pantai, sehingga kurang tepat. Sehingga tidak bisa memberikan view yang mempesona.

“Kebersihan tentu juga harus menjadi aspek yang diperhatikan. Penataannya menjadi PR kita bersama, yakni Pemprov Kepri dengan Pemko Tanjungpinang,” tutup Buralimar.

Terpisah, Ketua Association of Indonesia Travel Agencies (ASITA) Kota Tanjungpinang, Sapril Sembiring memberikan penilaian yang berbeda. Ia berharap, Tanjungpinang tetap fokus untuk membangun pariwisata religi dan kulinernya. Khusus untuk destinasi wisata pantai cukuplah Trikora dan Lagoi.

“Kita tahu, Bintan dan Tanjungpinang terintegrasi di dalam tubuh Pulau Bintan. Artinya bisa saling mengisi untuk kepentingan wisata. Boleh dikatakan simbiosis mutualisme,” ujar Sapril.

Menurut Sapril, hal yang lebih penting adalah menata Pulau Penyengat menjadi lebih elegan lagi. Karena Penyengat merupakan destinasi wisata religi yang sudah terkenal di mancanegera. Ia yakin, ketika Penyengat yang syarat dengan peninggalan sejarah ditata lebih cantik, akan bisa mendatangkan wisatawan yang berlipat ganda jumlahnya.

“Dalam kacamata wisata yang kami kemas, Tanjungpinang segmen wisatanya adalah religi dan kuliner. Selain Penyengat, juga ada Vihara patung seribu di Tanjungpinang,” papar Sapril.(jpg)

Update