batampos.co.id – Pemancangan tiang pertama pelabuhan bongkar muat multifungsi
di depan Pantai Mentigi, Tanjunguban yang dijadwalkan tanggal 6 November 2017terancam molor. Pasalnya, material dan alat berat masih berada di pelabuhan Batu Besar Batam, karena menunggu rekomendasi izin trayek dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut (Hubla).
“Dijadwalkan tanggal 6 tapi mungkin molor apes-apesnya tanggal 10 karena masihmenunggu rekomendasi izin trayek dari Batam ke Tanjunguban,” ungkap General Admin PT Bila Permata, Wahyu ketika dihubungi Batam Pos pada Rabu (1/11) siang kemarin.
Ia mengatakan, segala dokumen yang diminta Ditjen Perhubungan Laut sudah dilengkapi. Agen sedang mengurus. “Feeling saya molor, tapi mudah-mudahan bisa cepat selesai, ya kalau loading saja sehari selesai,” katanya.
Direncanakan pemancangan tiang pertama akan dimulai dari sisi laut. Hal ini dikarenakan bangkai kapal Pagai masih labuh tambat di lokasi pembangunan. “Kalau mau dipotong dulu akan memakan waktu. Yang kena pekerjaan itu dari tengah sampai buritan kapal jadi kami akan memulai pembangunan dari aluan kapal ke arah laut,” jelasnya.
Gubernur Kepri Nurdin Basirun ditemui seusai penyerahan seragam sekolah di SD Negeri 003 Bintan Utara, siang kemarin mengatakan, proses lelang sudah dilakukan. Dimungkinkan pemancangan pipa pertama akan dimulai minggu depan. Nurdin berharap pembangunan pelabuhan ini berjalan lancar karena pelabuhan sangat dibutuhkan.
“Makin banyak pelabuhan, banyak barang yang akan masuk, maka harga kebutuhan akan murah,” harapnya. Disinggung masih adanya bangkai kapal pagai, ia mengatakan, untuk teknisnya silakan tanya ke Dinas Perhubungan Kepri. Kadishub Kepri, Jamhur Ismail mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat ke 6 kepada Pertamina agar memindahkan bangkai kapal tersebut. Sejauh ini suratnya belum direspon oleh Pertamina.
“Kita telah berkoordinasi dengan Biro Hukum untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum, karena benar-benar sudah menganggu makanya kami minta dipindahkan,” katanya.
Mengenai material dan alat berat yang masih di Batam, ia mengatakan dalam waktu dekat material dan alat berat tiba di Tanjunguban. “Dua atau tiga hari ini sudah di Tanjunguban, mungkin mereka (kontraktor) perlu waktu dua hari merakit material,” katanya.
Mengenai rekomendasi yang dikeluarkan Ditjen Hubla? Jamhur mengatakan, tidak perlu rekom dari Ditjen, karena ini merupakan wilayah perairan provinsi, sehingga cukup rekom dari provinsi saja. Dikatakannya, jadwal pemancangan tiang pertama akan menyesuaikan jadwal Gubernur Kepri. “Kalau Pak Gubernur tak ada jadwal di hari Senin, bisa jadi
Senin atau Selasa akan dilakukan pemancangan tiang pertama,” sebutnya.
(cr21)
