
batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam masih prioritaskan pembangunan infrastruktur pada tahun 2018 mendatang.
“Masih infrastruktur, seperti jalan dan lain-lain,” kata Rudi usai rapat paripurna di kantor DPRD Batam, kemarin.
Namun demikian, ia belum bisa menyampaikan besar maupun persentase anggaran untuk sektor ini. “Belum (tetapkan), ini kan baru KUA PPAS, masih ada bahas lagi,” ucapnya.
Menurutnya, khusus infrastruktur jalan, harus selesai hingga akhir jabatannya sebagai wali kota Batam.”Sebelum saya selesai jabatan, jalan harus clear semua,” katanya.
Ia menyampaikan, walau fokus pada pengembangan infrastruktur. Rencana anggaran kelak tak mempengaruhi sektor utama lainnya.
“Pendidikan, kesehatan, maupun pengentasan kemiskinan masih juga,” imbuhnya.
Justru hal yang ia kerap kurangi tiap tahun adalah perjalanan dinas, maupun honor kegiatan. Pengurangan perjalanan dinas dipastikan akan dilakukan tahun depan.
“Studi banding banyak-banyak ngapain,” katanya.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad meyakini pembangunan infrastruktur diyakini dapat mendukung perbaikan ekonomi.
“Kami percaya penataan ruas jalan akan menggerakan ekonomi di Batam, beberapa titik ruko yang lesu mulai sehat karena ini,” katanya.
Ia menilai, infrastruktur yang memadai mempunyai dampak yang berantai ke arah yang lebih baik. “Harga ruko naik, artinya Pajak Bumi Bangunan pun naik, lalu Bea-nya (BPHTB, red) ikut naik,” paparnya.
Tak berhenti sampai di sini, ia mengklaim rencana ini bukan tanpa pertimbangan yang matang, infrastruktur yang mumpuni akan menarik wisatawan datang ke Batam. (cr13)
