Selasa, 7 April 2026

Warga Kembali Pagari Lahan Proyek 95 Rumah

Berita Terkait

Warga memagari lokasi lahan yang masih sengketa di lokasi proyek pembangunan 95 unit rumah di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Rabu (1/11) kemarin. F. Syamsi untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Untuk kedua kalinya, sejumlah warga memagari lahan proyek
pembangunan 95 unit rumah bantuan Kemenpupera Republik Indonesia di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam. Kali ini pemagaran dilakukan, Rabu (1/11).

Pemagaran ini adalah buntut dari persoalan sengketa lahan antara lahan warga dan lahan yang dibangun proyek pemerintah. Salah seorang Warga, Syamsi menuturkan, dirinya terpaksa mendirikan pagar di lahannya yang diambil untuk proyek karena pemerintah belum menganti lahannya. Lahan ini menurutnya sebenarnya milik dirinya dan seorang warga Batam.

“Kalau dulu yang mendirikan pagar di depan pos masuk adalah Pak Sindu, warga Batam. Tapi, pagar yang didirikannya sudah dirobohkan, karena pemerintah janji akan
menyelesaikannya. Tapi sampai sekarang, sudah 6 bulan tak selesai, makanya saya pagari lagi,” katanya.

Lahan yang dipagarnya, katanya, adalah lahan miliknya seluas 8 ribu meter persegi.
Syamsi menambahkan beberapa kali pejabat pemerintah menemuinya serta menghubungi dirinya untuk menyelesaikan lahannya. Penyelesaiannya, lahannya akan diganti dengan lahan penganti. “Tapi sampai sekarang belum ada lahan pengantinya,” katanya.

Terpisah, Asisten I Bagian Pemerintahan Setdakab Bintan Ismail mengatakan, terkait persoalan sengketa lahan ini, dipastikannya sudah ada solusinya. “Sudah ada kesepakatan dengan pemilik lahan yang dari Batam, tinggal menunggu pemilik lahan milik Pak Syamsi saja,” katanya. Ismail mengatakan, lahan pengantinya tetap di Desa Busung, tidak jauh
dari lokasi proyek pembangunan tersebut. (cr21)

Update