Selasa, 14 April 2026

Pembunuhan Satpam Masjid Agung Belum Terungkap

Berita Terkait

Jenazah Safari, Satpam Masjid Agung yang tewas ditikam pelaku yang akan mencuri kotak amal. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Hingga kini, kasus pembunuhan Safari, 40, satpam Masjid Agung Karimun pada 4 Mei lalu, belum terungkap. Kasatreskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara mengatakan, pihaknya masih terus menggali informasi dengan memaksimalkan barang bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yaitu sebuah topi yang tertinggal. Termasuk berkoordinasi dengan Mabes Polri bagian DVI, untuk meneliti DNA manusia yang tercecer di topi tersebut.

“Walaupun saksi sangat minimin sekali, tapi kasus ini belum buntu. Masih dalam tahap pengembangan terus dengan bekal topi,” kata AKP Lulik, kemarin (2/11).

Selain itu pihaknya sudah melakukan pemeriksaan beberapa orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Dan dari beberapa orang itu, sudah dikerucutkan menjadi enam orang dimana tiga orang berada di Rutan Klas II Tanjungbalai Karimun dan tiga orang diluar Rutan. Yang selanjutnya dilakukan pencocokan DNA terhadap enam orang tersebut dengan barang bukti topi. Keenam orang tersebut akan diambil sampel darahnya untuk dicocokkan.

“Hampir dua bulan lebih, baru keluar hasilnya dari Mabespolri dari perbandingan enam orang yang dicurigai DNA-nya belum ditemukan kecocokannya terhadap bukti topi tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu hingga saat ini, masih terus dilakukan penyelidikan dengan bekal topi yang sudah didapatkan. Apabila ada yang dicurigai, langsung dilakukan pencocokan DNA-nya. Karena kondisi di TKP dan saksi-saksi sangat minim, proses pengungkapan pelaku pembunuhan satpam memakan waktu cukup lama. “Saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap kasus pembunuhan satpam Masjid Agung tersebut,” tegas Lulik.

Kasus pembunuhan satpam Masjid Agung Karimun, sudah berjalan enam bulan dengan korban meninggal dunia akibat penikaman oleh pelaku yang menyebabkan bagian perut sebelah kiri terluka mencapai 6 centimeter dan lebar 3 centimeter. Korban meninggalkan seorang istri yang sedang hamil sembilan bulan dan satu anak usia 4 tahun kala itu. Kejadian bermula saat pelaku yang sedang beraksi mencongkel kotak amal masjid pada Minggu dini hari, ketahuan oleh satpam Masjid Agung Karimun. (tri)

Update