Selasa, 7 April 2026

Tingkatkan Akurasi Data Penduduk

Berita Terkait

batampos.co.id – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tanjungpinang, Irianto menyayangkan minimnya minat masyarakat dalam kepengurusan akta kematian pada pihak keluarga yang telah meninggal dunia. Menurut Irianto, rendahnya kesadaran dalam mengurus akta kematian ini mengurangi keakuratan data kependudukan Tanjungpinang.

“Tak sedikit memang pihak keluarga yang tak melaporkan dan mengurus akta kematian ini. Padahal proses tak memakan waktu lama,” tuturnya, kemarin.

Irianto melanjutkan, adanya penduduk yang meninggal dunia, secara otomatis akan mengurangi data jumlah penduduk di Tanjungpinang. Sehingga jika Disdukcapil tidak menerima laporan, barang pasti data warga yang telah meninggal masih dianggap ada. Dan pengaruhnya pun sampai ke database di pusat.

Menyikapi hal ini Irianto lantas mengambil langkah dengan membangun inovasi komunikasi, yang membuat laporan kematian dapat segera diterima pihaknya. “Kabid kami saat ini bekerja sama dengan seluruh penjaga makam di Tanjungpinang. Mereka membentuk grup di Whastapp,” terang dia.

Melalui komunikasi langsung ini, Irianto mengaku inovasinya membuahkan hasil yang memuaskan. Jika laporan kematian hanya diterima paling banyak tiga laporan rata-rata dalam sehari. Saat ini peningkatan drastis, telah dirasakan lembaga pendataan penduduk ini.

“Memang tergantung jumlah kematian. Namun kami bisa menerima paling banyak 10-18 laporan kematian perharinya. Ini 100 persen efektif,” imbuh dia.

Berlangsung selama kurang lebih empat bulan belakangan, Irianto mengaku inovasi bekerjasama dengan penjaga makam ini akan dikembangkan di kemudian hari.

“Tidak menutup kemungkinan akan kami berikan blanko yang dapat diisi berkaitan dengan data diri warga yang meninggal dunia. Yang penting, proses ini berjalan efektif pada akhirnya,” pungkas dia. (aya)

Update