batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku tetap mengharapkan dukungan investasi untuk pembangunan Jembatan Batam Bintan (Babin). Meskipun demikian, jika tidak ada investasi, Gubernur akan mengajak kabupaten/kota yang terlibat untuk berkorban mewujudkan pembangunan Jembatan tersebut. Terlepas dari itu, tetap meminta dukungan Pemerintah Pusat.

“Tujuan dari pembangunan yang kita rencanakan adalah untuk peningkatan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan untuk kesejahteraan daerah,” ujar Gubernur menjawab pertanyaan media di ruangan kerja belum lama ini.

Menurut Gubernur, jika ada kepastian dukungan dari Pemerintah Pusat daerah akan berkorban untuk membangun jembatan tersebut. Apalagi panjang Jembatan Babin lebih 7 Km. Mantan Bupati Karimun tersebut menjelaskan, di Batam ada Pemko Batam dan BP Batam. Kemudian ada Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjungpinang. Kemudian ada Provinsi Kepri dan Pemerintah Pusat. Gubernur yakin, dengan sistem keroyokan bisa diwujudkan.

“Memang proses pembangunannya dilakukan secara bertahap. Konsep gotong royong bisa menjadi pilihan alternatif terbaik tentunya. Terkait keinginan pembangunan ini juga sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat,”

Ditambahkan Gubernur, dengan adanya Jembatan Babin, banyak manfaat yang akan didapat. Baik itu Batam, Bintan maupun Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri. Bahkan Gubernur yakni, Jembatan Babin bisa menjadi spirit bagi pembangunan Kepri kedepan. Disebutkannya, Tanjungsauh, sudah dipersiapkan sebagai salah satu pelabuhan peti kemas, apabila nanti pembangunanya dibangun oleh investor.

Gubernur Nurdin bahkan mencontohkan, hadirnya Jembatan I Dompak, Tanjungpinang yang hanya menghubungkan Tanjungpinang dengan Dompak sudah memberikan pengaruh bagi percepatan pembangunan Ibu Kota Provinsi Kepri ini. Karena bukan hanya untuk kepentingan Pemerintaha saja. Tetapi ada kepentingan bisnis lainnya. Nurdin optimis Dompak akan menjadi salah destinasi wisata kedepan.

“Begitu juga dengan adanya Jembatan Babin. Batam, Bintan dan Tanjungpinang akan lebih bergairah. Maka kita memadang Pulau Batam dan Pulau Bintan harus tersinergi melalui Jembatan Babin,” tutup Gubernur.

Sementara itu, dari informasi yang didapat di Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertahanan, ada empat negara yang berminat berinvestasi pada pembangunan Jembatan Babin. Negara-negara tersebut adalah, Korea, China, Turki dan Canada. Akan tetapi, sampai sejauh ini belum ada negara yang follow up keinginan tersebut.(jpg)