Senin, 6 April 2026

Pembangunan Dimulai dari Beranda

Berita Terkait

Sejumlah pekerja memuat barang barang kebutuhan ke dalam sampan dayung di Pelantar I Tanjungpinang, belumlama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.idSalah satu hasrat terbesar Gubernur Kepri, Nurdin Basirun adalah menjadikan Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang tampil lebih elegan. Langkah tersebut adalah dengan dicetuskannya pembangunan jalan lingkar.Yakni dengan tandai pembangunan konekting Pelantar I dan II Tanjungpinang. Bangun itu nanti, bukan hanya berperan sebagai bagian dari jalan lingkar, tetapi juga menjadi pelabuhan bongkar muat yang representatif.

Dimata Gubernur, laut adalah merupakan beranda atau wajahnya daerah-daerah di Provinsi Kepri. Khusus Tanjungpinang yang berupakan Ibu Kota Kepri. Menurutnya, kebanyakan bangunan mukanya menghadap kedarat. Sehingga untuk menutupi kekurangan tersebut perlu sebuah kreativitas pembangunan. Salah satunya adalah pembangunan jalan lingkar. Diakuinya juga, pelaksanaan pengembangan Pelabuhan Pelantar I dan II akan disinergikan dengan jalan lingkar.

“Memang untuk menjadikan sesuatu lebih baik membutuhkan pengorbanan. Ditengah keterbatasan kemampuan yang kita miliki, secara bertahap penataan-penataan wajah Ibu Kota Kepri ini akan terus kita lakukan,” ujar Gubernur, Senin (6/11) lalu disela-sela peresmian pemancangan tiang pembangunan pelabuhan konekting di Pelantar II, Tanjungpinang.

Mantan Bupati Karimun tersebut punya keyakinan, bahwa Tanjungpinang akan kembali berjaya. Karena sejarah masa lalu sudah membuktikan, Tanjungpinang adalah merupakan pusat perdagangan yang punya peradaban tersendiri. Spirit masa lalu juga yang memberikan inspirasi baginya untuk memberikan yang terbaik bagi pembangunan Tanjungpinang kedepan. Terlepas daripada itu, tentu membutuhkan dukungan dan kerjasama semua pihak.

“Tidak cukup, jika hanya kita punya semangat. Artinya kita semua harus punya misi yang sama, yakni menjadi Ibu Kota Provinsi Kepri ini sebagai destinasi perdagangan dan pariwisata yang menjanjikan,” papar Gubernur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS. Arif Fadillah mengatakan lewat Tahun Anggaran 2017 ini, Pemprov Kepri akan bahu membahu dengan Pemko Tanjungpinang untuk menata Ibu Kota Provinsi Kepri, melalui pembangunan jalan lingkar Tanjungpinang. Detail Engineering Design (DED) sudah disiapkan Pemko Tanjungpinang. Menurut Arif, pembangunan jalan lingkar ini adalah upaya untuk menata wajah Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

“Jalan lingkar adalah merupakan rencana pembangunan strategis. Sehingga memang membutuhkan pengorbanan anggaran yang cukup besar. Selain itu harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Sekda Arif.

Diuraikan Sekda, selain untuk mengatasi kemacetan dimasa yang akan datang, jalan lingkar ini juga sebagai bentuk upaya pemerintah dalam mewujudkan penataan kota yang baik. Sehingga bisa lebih memperlancar arus barang dan arus orang. “Ini adalah kerja besar yang harus kita kerjakan secara bersana- sama, serius dan kerja keras,” tegas Sekda.

Disebutkan Sekda, Gubernur sudah menugaskan kepada Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan untuk mengatur proses pembebasan lahan yang akan di bangun jalan lingkar tersebut. Serta memberikan pemahaman kepada masyarakata akan rencana besar ini. Rencana pembangunan jalan lingkar sendiri akan dimulai dari Tanjùng Ayun Sakti (Depan Ramayana,red) atau persis bersinggungán dengan Jembatan 1 Dompak. Kemudian dari sana berlanjut ke daerah Teluk Keriting, Kampung Kolam, Sei Nyirih, Kampung Baru Madong, Sei Ladi, hingga ke KM 14 tepatnya belakang bandara.

“Khusus untuk pembangunan Jembatan di jalan lingkar ini nanti, kita berharap ada sentuhan dari Pemerintah Pusat. Semangatnya tetap akan kita mulai pergerakannya tahun ini,” jelas Mantan Sekda Karimun tersebut.

Sementara itu, Kadishub Kepri, Jamhur Ismail menambahkan, pembangunan perluasan Pelabuhan Pelantar I,II dan Pelantar KUD Tanjungpinang dengan panjang 400 meter lebih. Adapun lebar bangunnya adalah 14 meter. Perluasan pembangunan ini merupakan sinkronisasi dengan program jalan lingkar.

Dijelaskannya, pembangunan perluasan pelabuhan ini, tahap pertama dengan pemancangan tiang beton sepanjang 44 meter dengan anggaran sebesar Rp4,5 miliar, dengan masa kerja selama 60 hari dan akan berakhir pada akhir tahun 2017.

Menurut Jamhur, Perluasan pelabuhan ini akan dilaksanakan oleh PT. Widya Putra Perdana, sementara untuk pengawas pekerjaan ini dilakukan CV. Acksono Reka Cipta Konsuktan dengan lama pekerjaan 60 hari.

“Ini merupakan komitmen Pemprov Kepri dalam menata keberadaan pelabuhan bongkar muat di Tanjungpinang. Mengingat, keberadaan pelabuahan yang ada sudah tidak representatif dan jauh dari cukup untuk kapal bersandar,” ujar Jamhur didampingi Kepala Bidang Kepelabuhan, Dishub Kepri, Aziz Kasim Djou.(jpg)

Update