
batampos.co.id – 50 orang nelayan yang ada di Kabupaten Karimun, kemarin (15/11) mendapatkan bantuan life jacket yang dibagikan oleh jajaran Polres Karimun, Lanal Tanjungbalai Karimun dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Karimun di Mako Lanal TBK.
“Pemberian bantuan life jacket ini juga disejalankan dengan sosialisasi keselamatan nelayan kita yang bekerja sama dengan instansi maritim yang ada di wilayah Kabupaten Karimun. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian keselamatan pelayaran serta menjaga hubungan harmonis antarnelayan,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Totok Irianto.
Nelayan, kata Danlanal, merupakan mata dan telinga pemerintah ketika berada di laut. Sehingga, apa yg terjadi di laut dapat segera dilaporkan. Misalnya, terjadinya pembuangan limbah, kegiatan ilegal, masuknya narkoba, senjata dan hal-hal yang dapat mengancam keamanan NKRI. Selain itu, posisi Kabupaten Karimun berada dekat dengan Selat Malaka yang merupakan selat terpadat di dunia. Di selat ini juga terdapat kerawanan kecelakaan di laut, khususnya terhadap nelayan.
“Setiap ada pelanggaran di laut akan diproses sesuai dengan bidang kejahatan yang dilakukan. Untuk mengawasi wilayah perairan kita, Lanal TBK memiliki tiga Pos AL dan 8 Pos Pengamatan (Posmat) yang terletak di pulau-pulau dan pesisir. Apabila terdapat kejadian di laut agar segera melaporkan ke Pos AL atau Posmat terdekat. Tugas pokok Lanal adalah melaksanakan patroli terbatas di laut,” paparnya.
Sementara itu, Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin menyebutkan, Kabupaten Karimun memiliki lebih dari 200 pulau, dan salah satu fokus adalah mencegah agar masyarakat yang mendiami pulau-pulau dapat terhindar dari faham radikalisme.
“Salah satu bentuk upaya pencegahan tersebut, kami mengharapkan informasi dari masyarakat nelayan. Artinya, jika ada yang menyebarkan paham radikalisme dapat segera melaporkan ke polisi,” jelasnya. (san)
