
batampos.co.id – Badan keuangan dan Aset Daerah Pemko Batam mengusulkan anggaran sebesar Rp 717,5 juta untuk honorarium wali kota dan wakil Wali kota untuk 41 kegiatan di tahun 2018. Usulan ini mendapat sorotan dari anggota DPRD kota Batam.
“Kami pertanyakan dasar hukumnya dari mana. Karena selama 8 tahun saya di DPRD Batam, baru kali ini ada anggaran honorarium wali kota dan wakil wali kota,” ujar salah seorang anggota DPRD Batam yang enggan disebutkan namanya, Selasa (21/11).
Menurut dia, usulan honorarium ini sudah dua kali diajukan ke DPRD Batam. Awalnya Badan keuangan mengajukan honorarium wali kota dan wakil sebesar Rp 1,12 miliar, kemudian pada rencana kegiatan anggaran kedua diubah dengan nama honor narasumber.
Angka Rp 1,12 miliar ini didapat dari honor walikota sebesar Rp 15 juta dikali 41 kegiatan ditambah honor wakil walikota Rp 12,5 juta dikali 41 kegiatan.
“Pada rencana kegiatan anggaran pertama tidak kami setujui kemudian diusulkan lagi rencana kegiatan anggaran kedua. Namanya diubah jadi honor narasumber,” katanya.
Diakuinya, pemberian honorarium kepada wali kota dan wakil Wali kota ini terkesan dipaksakan tanpa memperhatikan relevansinya dengan tugas pokok dan fungsinya.
“Di tengah defisit anggaran saat ini jelas membebani APBD,” jelasnya.
Oleh sebab itulah anggaran yang dua kali diajukan Badan keuangan dan Aset Daerah tersebut belum disahkan sampai saat ini. “Kalau kapasitasnya disana sebagai kepala daerah apa tetap dibayar honor narasumber. Ini yang ingin kami ketahui,” katanya.
Sementara itu, anggota badan anggaran DPRD Batam, Aman mengatakan, siapapun yang menjadi narasumber di sebuah kegiatan dibenarkan mendapat honorarium. “Termasuk wali kota jika dia mengisi kegiatan sesuai kompetensinya, sah-sah saja,” katanya.
Namun yang jelas, kata Aman, harus melihat kapasitasnya di kegiatan tersebut. Apa memang dia mengisi sebagai narasumber atau hanya sebatas dia sebagai wali kota.
“41 kegiatan ini saya belum tahu apa saja. Karena pembahasannya baru di komisi dan belum sampai ke banggar DPRD Batam. Yang jelas lihat kapasitasnya lah,” kata Aman. (rng)
