
batampos.co.id – Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperakimtan) Batam, Herman Rozi mengatakan tahun ini pihaknya fokus memelihara seluruh taman yang dibangun di tahun sebbelumnya, termasuk Bundaran Tuah Madani yang awal pembangunannya menelan biaya hingga Rp 1,9 miliar.
“Pemeliharaan tetap kami lakukan,” kata Herman, Senin (27/11).
Ia menyebutkan pemeliharaan dilakukan seperti memperbaiki tanaman, memasang nama bundaran, hingga pengaturan air mancur Tuah Madani. “Airnya memang tak selalu aktif, karena untuk menghemat kami menggunakan pengaturan waktu,” jelasnya.
Ia menambahkan, beberapa perubahan yang dilakukan tahun ini diantaranya pemasangan nama Tuah Madani yang sekarang sudah menghiasi bundaran. “Sebelumnya kan tidak ada. Kami berupaya menambahkan, agar keindahan taman tetap bisa dinikamati,” imbuh mantan Camat Lubukbaja ini.
Dia menambahkan untuk ke depan, pihaknya belum berencana untuk mengubah konsep yang telah ada. Menurutnya, visi misi Pemerintah Kota Batam saat ini tengah mengaju pada peningkatan infrastruktur seperti, jalan, drainase dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur Kelurahan (PIK).
“Ini lebih prioritas,” sebutnya.
Untuk saat ini, pihaknya terus mengupayakan perawatan untuk Taman Tuah Madani yang dibangun tahun 2015 lalu tersebut. Permasalahan air mancur yang tidak selalu aktif menurutnya tidak terlalu dipermasalahkan. “Yang penting tetap menyala dan airnya jalan,” ungkapnya.
Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan perawatan di beberapa taman diantaranya taman kolam yang berada di Jalan Raya Batamcenter . (cr17)
