
batampos.co.id – Pelaku pariwisata tak menampik ada tren kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) akhir tahun. Namun hal ini tak cukup untuk memenuhi target kunjungan wisman Kepri. Untuk diketahui, tahun ini Kepri menargetkan 2,2 juta kunjungan wisman.
“Nggak bakal tercapai 100 persen, tapi di atas 80 persen bisa,” ucap Sekjen Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Kepri Febriansyah, Senin (26/11).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, hingga September wisman yang berkunjung di Kepri baru 1.486.095 kunjungan. Batam menyumbang angka tertinggi yakni 1.081.543 kunjungan, Bintan 261.364 kunjungan. Tanjungpinang 81.935 kunjungan serta Karimun 61.253.
Febriansyah mengatakan hal ini terjadi karena kondisi ekonomi global sedang menurun. Beruntungnya, kata dia, pemerintah juga tak tinggal diam mendongkrak kunjungan terutama oleh Kementrian Pariwisata yakni promo tiket sebanyak 60 ribu hingga 70 ribu tiket kapal murah, pulang-pergi tujuan Batam-Singapura, Batam-Johor. Namun hanya berlaku untuk weekday.
“Ini cukup membantu jumlah kunjungan,” imbuhnya.
Sementara itu, sumbangsih kunjungan wisman bagi perhotelan masih jauh dari harapan. Walau bulan-bulan pada akhir tahun biasa lebih ramai dari bulan yang lain.
“Naik sih iya, ada peningkatan sedikit, wisman yang nginap biasanya weekend. Tapi secara umum masih jauh dari harapan,” ucap Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Batam, J Tarigan.
Terkait kunjungan wisman akhir tahun sikap Pemerintah Provinsi Kepri justru berbeda dengan pelaku pariwisata. Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, meyakini target kunjungan wisman 2017 tercapai. “Saya doakan target 2,1 juta itu tercapai,” ujarnya.
Menurutnya, masih ada beberapa even dari total 80 even tahun 2017 yang belum di gelar, salah satunya di Batam yakni Kenduri Seni Melayu.
“Secara umum saya tak hafal even-evennya. Ada yang digelar pemerintah, pelaku pariwisata, juga hotel-hotel,” ucapnya.
Ia mengaku, pemerintah tak bisa sendiri mengembangkan kepariwisataan di Batam, perlu sumbangsih pihak swasta. “Perlu turun tangan kita semua,” imbuhnya. (cr13)
