
batampos.co.id – Pipa utama sumber air yang ada di Rintis, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan yang mengalirkan air ke Tarempa dan sekitarnya, pecah di Batu Tambun. Pecahnya pipa bukan hal yang asing bagi warga Tarempa. Pasalnya hal ini sudah sering terjadi.
Kali ini, belum diketahui pasti penyebab pecahnya pipa tersebut, apakah karena tekanan air terlalu kuat sehingga pipa tersebut tidak mampu menahan tekanan air atau ada masalah lain. Namun yang jelas sudah mengganggu kenyamanan warga.
Pipa induk yang pecah tersebut terhubung hingga ke Desa Sri Tanjung. Akibatnya warga Tanjung tidak mendapatkan air bersih selama beberapa hari ini. Salah satu warga Tanjung, Ahmad mengatakan, sejak seminggu terakhir air tak mengalir. Warga juga merasa heran padahal saat ini musim hujan.
Karena belum tahu adanya pipa yang pecah ini, dirinya bersama warga lainnya sempat berniat akan melalukan orasi ke Kantor DPRD dan Pemkab Anambas. Namun setelah mendapat kabar jika pipa di sekitar Rintis, Batu Tambun pecah niat orasi dibatalkan. Pihaknya berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar air bisa mengalir ke rumah warga.
“Kami awalnya sudah berniat mau demo. Tapi belakangan dapat informasi ada pipa pecah makanya tak jadi demo. Kami berharap agar pemerintah segera memperbaiki pipa itu agar air bisa mengalir,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakya (PUPR) Pemkab Anambas, Effi mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan perbaikan terhadap pipa yang pecah. Untuk mengganti pipa tersebut banyak kendala yang ditemukan. Mulai dari pipa yang sudah ditanam, bahkan ada pipa yang berada di dalam air.
“Kami sudah dapat keluhan masyarakat. Saat ini tim kami bekerja siang dan malam kalau tidak hujan. Pipa yang pecah itu ada di bawah rumah warga sehingga susah untuk memperbaikinya. Terpaksa kami buat jalur baru dan memindahkan pipa itu dengan memasang pipa baru,” katanya.
Effi juga menambahkan, untuk penggantian pipa saat ini ada sekitar 150 meter dan lokasinya berbeda. Pihaknya juga sudah berusaha maksimal dalam mengatasi masalah tersebut. Dinas PUPR saat ini juga masih melakukan pekerjaan hingga selesai agar air bisa mengalir secepatnya.
“Kami lakukan perbaikan pipa secepatnya. Bahkan tim di lapangan itu bekerja siang dan malam agar air bisa secepatnya mengalir. Namun kendalanya banyak. Jadi untuk memperbaiki harus menunggu kering baru diperbaiki. Air tetap mengalir namun debitnya dikurangi, menunggu selesai perbaikan,” katanya. (sya)
