batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Daerah (Bakesbangpol PBD) edarkan surat edaran kepada masyarakat khususnya para nelayan agar tidak melaut. Pasalnya, sejak seminggu terakhir Kabupaten Kepulauan Anambas dilanda angin kencang dan gelombang tinggi.

Imbauan ini bukan hanya berbentuk pengumuman yang ditempel di sejumlah tempat keramaian saja tapi imbauan ini juga disampaikan melalui pengeras suara Masjid Jami’k Baiturrahim Tarempa. Sehingga hampir semua warga mendengar pengumuman tersebut.

Kepala Bakesbangpol PBD Anambas, Khairul Syahadat, mengatakan, saat ini sudah masuk musim angin utara. Dimana pada musim ini cuaca menjadi lebih buruk dari biasanya. Oleh karena itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat khususnya nelayan harus siaga terhadap cuaca ekstrim. “Ini demi menjaga keselamatan masyarakat dan nelayan,” ujar Selasa (28/11).

Khairul, mengakui telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa gelombang mencapai ketinggian 2,5 meter dengan kecepatan angin 5 hingga 40 km/jam bertiup dari barat ke utara.

“Kondisi cuaca juga sulit diprediksi, tiba-tiba hujan turun, tiba-tiba angin kencang. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu keselamatan para nelayan. Jadi kami menghimbau agar tidak melaut dulu sampai kondisi cuaca kondusif, kami juga sudah mengedarkan surat himbauan kepada seluruh masyarakat Anambas,” jelasnya.

Samuel, salah seorang prakirawan station meteorologi Tarempa membenarkan jika mulai hari ini dan dua hari kedepan cuaca di Anambas kurang baik. Ketinggian ombak diperkirakan mencapai 2,5 meter. “Ketinggian ombak antara 1 sampai 2,5 meter,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Pantauan di lapangan, sejumlah nelayan juga telah mendengar informasi ini sehingga sebagian dari mereka ada yang tidak melaut tapi ada juga yang tetap melaut tapi tetap hati-hati dan hanya mencari ikan ditepi.

Dikabarkan juga bahwa transportasi laut, feri cepat Tanjungpinang-Anambas tidak beroperasi karena sudah memasuki musim utara dan tidak memungkinkan untuk berlayar.

Bahkan, belum lama ini rombongan bupati dan asisten II Pemkab Anambas terpaksa balik kanan karena kena gelombang mencapai 2 meter saat berlayar di Laut Kuala Maras dan Laut Jemaja. (sya)

Advertisement
loading...