Selasa, 3 Februari 2026

Kerja Bareng BP dan Pemko Batam Atasi Banjir di Seilangkai, Sagulung

Berita Terkait

Seilangkai. foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Upaya Pemerintah kota (Pemko) Batam mengatasi persoalan banjir di kecamatan Sagulung mendapat dukungan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Balai Wilayah Sungai Sumatera Air IV.

Itu karena di Sagulung ada beberapa sungai yang bermasalah. Padahal sungai-sungai tersebut merupakan akses utama sebagai saluran pembuangan akhir dari berbagai drainase yang ada di Batuaji dan Sagulung.

Camat Sagulung Reza Khadafi mengatakan, permasalahan sungai yang terjadi di sana tidak saja akibat maraknya pembangunan yang mempersempit alur sungai tapi juga faktor alam. Saat air laut pasang, maka sungai-sungai yang ada tidak bisa menampung air yang mengalir dari pemukiman warga. Imbasnya tentu banjir. Tidak sedikit pemukiman warga yang jadi langganan banjir jika hari hujan.

“Yang sudah kami peta ada dua yakni sungai Seilangkai dan sungai di belakang perumahan Taman Anugerah Tembesi. Itu kalau hujan saat air pasang, banjir tak bisa dielak,” tutur Reza.

Untuk mengatasi persoalan alam itu kata Reza, tentu tidak bisa hanya ditangani oleh Pemko Batam. Perlu peran serta dari instansi pemerintah terkait untuk sama-sama mengkaji agar persoalan alam itu bisa diatasi secara baik.

“Makanya BP Batam dan Balai wilayah sungai juga turun tangan,” ujar Reza.

BP Batam dilibatkan agar turut mengkaji upaya atau langkah-langkah yang tepat agar persoalan air pasang itu tidak menyebabkan pemukiman warga terendam banjir.

“Kemarin mereka (BP Batam) sudah turun ke Seilangkai. Semoga secepatnya ada solusi,” kata Reza.

Sementara Balai Wilayah Sungai Sumatera IV saat ini sudah terlibat aktif untuk mengeruk dan memperlebar alur sungai yang bermasalah itu. “Mereka lagi bekerja sekarang di Sungai Seilangkai. Sudah mau rampung. Tugas mereka melebarkan kembali sungai. Kalau BP Batam nanti bersama Dinas Bina Marga untuk sama-sama kaji apa yang harus dilakukan untuk mengatasi persoalan air pasang,” jelas Reza.

Untuk Pemko Batam sendiri selama ini juga sudah bekerja maksimal dengan proyek normalisasi di sejumlah titik drainase utama dari pemukimn warga. Termasuk dengan proyek pembangunan jembatan di simpang Kaveling Baru.

“Pemko sudah sangat maksimal untuk atasi masalah banjir ini. Tapi itu tadi, ini ada faktor alam jadi memang jadi memang butuh kajian teknis yang lebih dan butuh kerja sama dengan pihak terkait lain,” tutur Reza.

Senada disampaikan lurah Tembesi Muhammad Hafiz. Untuk mengatasi persoala banjir di sekitar perumahan Taman Anugerah di kelurahan Tembesi butuh kajian yang lebih serius lagi agar sungai di sana tidak lagi disesaki air laut saat pasang.

“Kalau normalisasi biasa memang tak bisa secara total kita atasi banjir. Ini butuh kajian teknis yang lebih lagi. Karena memang faktor alam,” ujar Hafiz. (eja)

Update