batampos.co.id –  Hingga saat ini Natuna yang disebut daerah penghasil minyak dan gas alam, namun masyarakatnya belum menikmati gas yang kini terus diekspor ke luar negeri.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah menjelaskan, Natuna untuk mendapatkan alokasi gas khusus perlu usulan permintaan. Selama ini BPH Migas belum menerima usulan permintaan alokasi gas tersebut dari Pemerintah Kabupaten Natuna.

Namun khusus Natuna katanya, dapat dibangun jaringan gas (Jargas) nantinya untuk didistribusikan kepada rumah masyarakat. Seperti daerah lain seperti Sumatera dan lainnya. Pembangunan Jargas sangat tepat, karena mengingat letak offshor jauh dari pulau Natuna.

Menurutnya, dengan program pengembangan Jargas di Natuna lebih tepat. Karena pertimbangan pembangunan pipa gas dari offshor belum ada perusahaan swasta yang berminat. Sehingga Pemerintah akan menyediakan sarana dan prasarana, dan BPH Migas akan memberikan harga dibawah gas elpiji 3 kilo untuk jargas.

“Kami sudah bincang-bincang dengan Bupati Natuna, supaya Pemerintah Daerah mengusulkan jargas itu kepada Pemeritah Pusat, melalui kementerian ESDM dan DPR, kami BPH Migas siap kawal,” janji Fanshurullah didepan Bupati Natuna Abdul Hami Rizal saat ditanya sejumlah wartawan usai meresmikan SPBU nelayan satu harga di Desa
Sepempang.

Direktur Teknik dan Lingkungan migas Ditjen Migas Patuan Alfon Simanjuntak mengatakna, untuk memberikan alokasi gas ke Natuna perlu usulan daerah dari daerah. Dan hingga saat ini BPH Migas belum menerima usulan permintaan alokasi gas terseut dari Pemerintah Daerah.

Tidak hanya itu, usulan permintaan kuota gas dari Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna perlu disampaikan kepada Kementerian ESDM dan ke DPR RI. Permintaan kuota gas ini juga perlu perencanaan lebih baik. Karena dilihat dari jumlah penduduk dan lainnya, gas berbeda dari bahan bakar jenis lain. Memerlukan sarana berbeda.

“Kebetulan pipa gas ke Natuna dari offshor cukup jauh, usulan permintaan kuota gas dari pemda Natuna nanti perlu dianalisas. Dan perlu perencanaan. Tapi untuk datangkan gas elpiji lima kilo ke Natuna bisa juga manfaatkan kapal tol laut. Tapi sampai sekarang belum
menerima permintaan gas dari Pemda Natuna,” sebut Alfon. (arn)