
batampos.co.id – Target 3 juta wisatawan mancanegara (wisman) alias turis asing yang ditargetkan Provinsi Kepri tampaknya sulit tercapai. Dari Januari hingga Oktober 2017, jumlah wisman yang masuk ke Kepri baru mencapai 1,64 juta.
Namun jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016, jumlah tersebut meningkat 5,30 persen. Demikian yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar dalam jumpa pers di Kantor Pusat BPS di Tanjungpinang.
Jumlah kunjungan wisman secara kumulatif terbesar dari pintu masuk Kota Batam yakni sebanyak 1.194.309 kunjungan atau sebanyak 72,48 persen, disusul dari pintu masuk Kabupaten Bintan, Tanjungpinang, dan terakhir Kabupaten Karimun.
Khusus untuk wisman yang datang ke Kepri pada Oktober 2017 mencapai 161,7 ribu orang, turun 3,44 persen dibanding jumlah wisman September 2017 sebanyak 167,5 ribu orang. Dibanding Oktober 2016, jumlah wisman November 2016 naik 7,35 persen.
Wisman yang berkunjung ke Kepri masih didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura dengan persentase 49,56 persen.
“Disusul Malaysia 12,6 persen, Tiongkok 7,74 persen dan India 4,39 persen,” kata Panasunan.
Untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang Kepri mencapai rata-rata 53,50 persen, naik 2,00 poin dibanding TPK September 2017 sebesar 51,50 persen. Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang selama Oktober 2008 adalah 2,17 hari, atau naik 0,17 poin dibanding dengan ratarata lama menginap tamu pada September 2017.
Sebelumnya, pemerintah membebani Kepri dengan target tiga juta wisatawan tahun 2017. Target tiga juta wisatawan ini terungkap dari Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka rapat koordinasi pariwisata di Tanjungpinang beberapa waktu lalu. (rng)
