batampos.co.id – Pelayanan medis di wilayah Tanjunguncang belum berjalan maksimal. Itu karena Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di depan Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Pemko Batam, Tanjunguncang belum bisa melayani pasien rawat inap.
Warga berharap agar gedung Puskesmas Tanjunguncang yang sedang dibangun segera dirampungkan sehingga kebutuhan pelayanan medis warga semuanya terakomodir.
Informasi yang didapat dari warga di sana, Pustu yang ada itu hanya melayani pasien rawat jalan saja. Itu karena petugas medis dan fasilitas pustu yang ada terbatas. Pustu tersebut hanya dilayani oleh dua petugas medis dari Puskesmas Batuaji. Begitu juga falitas ruangan pustu yang tersedia hanya dua saja, sehingga tak bisa mengakomodir pasien rawat inap.
“Kalau rawat inap harus ke Puskesmas Batuaji atau RSUD. Di sini hanya rawat jalan saja. Petugas juga hanya dua orang,” ujar Erna, warga yang antre berobat di Pustu tersebut, Senin (4/12).
Padahal diakui Erna kebutuhan warga untuk mendapatkan pelayanan medis di pustu itu cukup tinggi. Dalam sehari bisa sampai 20 pasien yang berobat di sana. Meskipun semuanya dilayani namun tidak semua keluhan gangguan kesehatan pasien terlayani di Pustu tersebut khususnya pesien yang membutuhkan rawat inap.
Hal yang sama juga terlihat saat Batam Pos memantau langsung aktifitas di Pustu itu, Senin (4/12). Pustu tersebut terpantau cukup ramai didatangi warga. Pagi sampai siang kemarin, terhitung ada belasan warga yang antre untuk mendapatkan pelayanan medis di pustu tersebut. Namun demikian tidak semua pasien diakomodir karena pustu tersebut tak bisa untuk tindakan medis rawat inap.
Kepala Puskesmas Batuaji dr Fitriati saat dikonfirmasi mengakui jika pustu tersebut memang belum bisa melayani pasien rawat inap. Itu karena fasilitas pustu masih minim.
“Iya kalau rawat inap disuruh ke sini (Puskesmas Batuaji) karena di sana (Pustu) belum ada fasilitas. Petugas medis juga terbatas di sana,” kata Fitriati.
Keterbatasan fasilitas pustu itu diakui Fitriati memang berdampak pada pelayanan kesehatan warga di sana khususnya pasien rawat inap. Namun demikian pihak tak bisa berbuat banyak sebab pembangunan Puskesmas Tanjunguncang belum rampung. “Di sini (Batuaji) padat penduduknya, jadi persoalan seperti itu memang ada. Kami hanya bisa berharap agar puskesmas (Tanjunguncang) yang sedang dibangun secepatnya selesai agar kebutuhan warga di sana bisa diakomodir dengan baik,” ujarnya.

Senada disampaikan warga di Tanjunguncang. Mereka berharap agar pembangunan Puskesmas Tanjunguncang yang ada di depan Pustu itu secepatnya dirampungkan agar bisa mengakomodir seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan warga di sana.
“Puskesmas sudah ada cuman belum rampung. Semoga awal tahun sudah bisa digunakan,” harap Erfan, warga Rusunawa Pemko Batam di Tanjunguncang.
Pembangunan Puskesmas tersebut saat ini memang tengah digesa. Pantauan di lapangan pembangunan gedung puskesmas sudah mencapai 70 persen. Ada dua gedung yang dibangun dan satu gedung bagian ujung berlantai dua. Gedung berlantai dua itu nantinya akan dijadikan ruangan rawat inap. Puluhan pekerja terlihat masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Informasi yang didapat dari pekerja, sesuai kesepakatan kontrak kerja yang ada, pembangunan akan rampung awal tahun 2018 nanti.
“Memang masih banyak yang harus dikerjakan, tapi ini harus rampung tepat waktu. Waktu kami 120 hari kelender kerja. Sudah berjalan hampir tiga bulan. Awal tahun sudah selesai ini,” kata Rudi, seorang pekerja.
Dari plang proyek yang ada, pembangunan puskesmas itu merupakan proyek dari Dinas Kesehatan kota Batam. Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Putra Lingga dengan anggaran sekitar Rp 6 miliar. Proyek tersebut dikerjakan dalam waktu 120 hari kalender kerja. (eja)
