
batampos.co.id – Badan Urusan Kepelabuhanan (BUP) Karimun sudah lama memiliki rencana membangun penginapan di atas gedung Pelabuhan Sri Tanjung Gelam. Tetapi hingga kini, fasilitas penunjang pelayanan publik tersebut belum terealisasi.
Kepada Dirut BUP terpilih nantinya diharapkan fasilitas tersebut bisa diwujudkan. Agar masyarakat pulau bisa memanfaatkannya. “Sesuai janji pemimpin dahulu, setelah dibangun Pelabuhan Sri Tanjung Gelam akan difungsikan sebagai penginapan untuk warga maupun pegawai dari pulau. Nyatanya, sampai sekarang janji itu belum terealisasi,” ungkap tokoh masyarakat Kundur, R Jurantiaz, Senin (4/12).
Pemanfaatkan penginapan dengan harga terjangkau diyakini mampu membantu warga pulau ketika belum selesai urusan di Karimun. Selain itu, bisa menambah pendapatan bagi BUP Karimun yang secara otomatis bisa memberikan kontribusi ke daerah.
“Kan sayang gedung dibangun dengan dana miliaran rupiah tapi lantai dua terbiarkan begitu saja, tidak dimanfaatkan dengan benar. Harapan saya sebagai warga di pulau kepada Dirut BUP Karimun, agar bisa direalisasikan,” tuturnya.
Selain itu kata Jurantiaz lagi, walaupun penginapan maupun hotel cukup banyak di Karimun. Namun belum tentu warga yang ada di pulau mau menginap disana. “Saran saya sih, untuk tahap awal bisa dibantu dari Pemerintah Kabupaten Karimun. Apakah dipersiapkan lima kamar dahulu, kemudian ditambah lagi beberapa kamar,” ungkapnya.
Pantauan di lapangan, kondisi lantai dua dan tiga kondisinya masih lumayan bagus. Seperti kaca maupun fasilitas lainnya masih memadai walau belum dipergunakan. Sementara dari hasil seleksi Dirut BUP Karimun beberapa waktu lalu, ada dua orang yang telah memenuhi persyaratan menjadi calon Dirut BUP Karimun periode 2017-2021 yaitu, Fashida Dharma Yudastoro yang berasal dari luar Karimun dan M Syahrizal yang merupakan pelamar dari Kabupaten Karimun.
“Januari 2018 sudah ada Dirut BUP Karimun yang baru. Saya hanya melaksanakan tugas harian,” kata Plt Dirut BUP Karimun Hj Sensissiana. (tri)
