batampos.co.id – Purna jabatan Lis Darmansyah sebagai Wali Kota Tanjungpinang per 16 Januari 2018 membuat kota ini akan dipimpin sementara waktu oleh Pekaksana Tugas (Plt) sampai pemilihan wali kota usai. Banyak figur pejabat eselon IIA di lingkungan Pemprov Kepri mencuat. Di antara nama-nama yang beredar adalah Raja Ariza, Syamsul Bahrum dan beberapa nama lain.
Lantas, bagaimana tanggapan Lis Darmansyah mengenai nama-nama yang kini beredar? Lis menyatakan, nama-nama pejabat yang berpeluang ditunjuk Gubernur Kepri Nurdin Basirun sebagai Plt. Wali Kota Tanjungpinang adalah nama-nama yang baik.
“Berikan siapa pun dia. Itu adalah kewenangan gubernur. Tetapi siapa pun dia, tentu dia yang mampu berkoordinasi, yang tidak individual, yang tidak arogan. Kalau Syamsul Bahrum saya bilang saja, jelas, jelas saya tidak setuju,” ujar Lis, Selasa (5/12).
Secara penilaian pribadi, Lis mengutarakan tidak ada masalah dengan Syamsul Bahrum. Tetapi secara profesional, kata Lis, Asisten I Pemprov Kepri itu sebagai orang yang kurang tepat.
“Saya ngomong begini karena inilah Lis Darmasyah apa adanya. Saya gak manis-manis di depan, di belakang busuk. Saya yakin dan percaya gubernur itu sangat paham sendiri. Sangat mengerti. Dia juga memahami kondisi yang ada. Jadi saya yakin gubernur akan bijak,” ungkap Lis.
Hubungan Lis dan Syahrul secara profesional dalam beberapa waktu terakhir memang kurang begitu baik. Ketika program penataan kawasan tepi laut, sempat terjadi ketegangan antara keduanya perihal koordinasi yang kurang optimal antara pihak Pemko Tanjungpinang dan Pemprov Kepri.
Lis juga tak menampik itu. Syamsul Bahrum, kata dia, bicara soal tepi laut dengan masyarakat. Bukannya bikin tenang, komunikasi Syamsul Bahrum kala itu, sebut Lis, malah bikin gejolak. “Baru satu hal kecil sepele. Bisa bayangin gak kalau jadi pejabat? Lumayan lhi selama 10 bulan,” sebut Lis.
Dari sini, Lis yakin gubernur bisa bijak. Ia ingin menegaskan bahwasanya tidak ada urusan sentimental antara ia dengan Syamsul Bahrum. “Secara personal dia memang orang yang baik. Komuikasinya baik. Tetapi, secara profesional belum layak. Tidak ada sentimen pribadi. Saya hanya berbicara sesuai pandangan Lis Darnansyah yang nanti menjadi masyarakat biasa,” pungkas Lis. (aya)
