Warga membeli tabung gas 3 kilogram di SPBU Tanjunguban, Rabu (6/12). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Mengatasi kelangkaan gas 3 kilogram, akhirnya Pertamina menambah pasokan gas 3 kilogram (kg) dari awalnya 11 lo se Pulau Bintan menjadi 22 lo per hari. Penambahan pasokan ini berlaku 2 hari, mulai tanggal 6 hingga 7 Desember 2017.

“Pertamina menambah pasokan gas 3 kilogram selama dua hari mulai hari ini dan besok (hari ini),” ungkap penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bintan, Setia Kurniawan kepada Batam Pos, Rabu (6/12) siang.

Iwan menjelaskan, untuk hari normal pasokan tabung gas 3 kilogram yang didistribusikan Pertamina ke Pulau Bintan baik Tanjungpinang dan Bintan sebanyak 11 Lo atau sekitar 6.160 tabung gas 3 kilogram per hari. “1 Li itu sama dengan 560 tabung,” jelasnya.

Dengan penambahan 11 Lo, Iwan menjelaskan, berarti sebanyak 22 Lo sehari atau 12.320 tabung gas 3 kilogram yang didistribusikan per hari. Kalau dua hari artinya menjadi 44 Lo atau sebanyak 24.640 tabung gas 3 kgyang didistribusikan di Pulau Bintan. “Ya mudah mudahan cukuplah,” harapnya.

Menurutnya, penambahan dilakukan untuk menutupi kekosongan atau kelangkaan akibat pasokan tabung gas 3 kilogram terganggu pada hari libur nasional, Jumat lalu. Pasokan yang dikurangi pada hari libur saat itu sekitar 1,5 L0.

Selain hal itu, ia juga meminta Pertamina dan pihak Hiswana melakukan penertiban pangkalan karena banyak pangkalan diduga menjual tabung gas 3 kilogram kepada konsumen lebih dari satu tabung gas. “Pangkalan harus ditertibkan. Bagaimana pun pangkalan harus punya daftar nama konsumen agar penyaluran tabung gas subsidi tepat sasaran,” pintanya.

Di beberapa pangkalan, pasokan tabung gas 3 kilogram masih langka meski telah ditambah kuotanya. Seorang warga Tanjunguban Anwar mengakui, masih sulit menemukan tabung gas 3 kilogram. “Tadi saya ke pangkalan di sana, tapi habis, padahal malamnya baru didrop, mungkin dijual ke warung – warung. Makanya saya ke SPBU karena di SPBU belinya harus satu tabung saja, tidak boleh lebih,” katanya.

Pantauan di SPBU Tanjunguban, sejumlah warga tertib antre sedari pagi untuk membeli tabung gas 3 kilogram. Warga sabar menunggu, ketika tabung gas 3 kilogram dipindahkan dari lori ke tempat penyimpanan. Terpisah Manager Operasional Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bahan Bakar Elpiji Tanjunguban, Sumardi kepada Batam Pos, membenarkan pasokan tabung gas 3 kilogram ditambah menjadi 22 Lo per hari dari
normalnya 11 Lo per hari. Namun, sampai sore ini, katanya, LO yang dikeluarkan Pertamina sebanyak 25 Lo.

25 LO itu, dibagi ke PT Mitra Cipta Abadi Mulia sebanyak 8 Lo, PT Kharisma Petro Gemilang 3 Lo, PT Bintan Gas Jaya Sakti 3 Lo. “Ini agen yang memasok gas subsidi yang berada di Kabupaten Bintan,” katanya.

Lalu, tiga agen lainnya, PT Tanjungpinang Bumi Kharisma Pratama sebanyak 4 Lo, PT Adi Jaya Sakti 3 Lo dan PT Mulia Bintan Sejahtera 4 Lo. “Kami dari pihak SPPBE hanya melayani saja, Lo yang keluarkan Pertamina,” jelasnya.

Ia mengatakan, sebenarnya pasokan tabung gas 3 kilogram cukup, namun banyak penerima tabung gas 3 kilogram salah sasaran. Ia berharap, ada pengawasan baik dari pemerintah maupun masyarakat. (cr21)