batampos.co.id – Puncak pehelatan Al Ahmadi Award Se-Sumatera 2017 berlangsung meriah di Hotel Nagoya Hil, Nagoya, Lubukbaja (9/12) siang. Rangkaian acara diisi dengan launcing nama baru Batam Pos Enterpreneurship School (BPES) menjadi Al Ahmadi Entepreneurship Center. pengumuman pemenang Al Ahmadi Award Se-Sumatera, serta seminar sharing bisnis .

Chairman Riau Pos Group, Rida K Liamsi mengatakan Al Ahmadi Award merupakan ajang pembuktian dan penghargaan untuk dunia usaha. Al Ahmadi Award digagal oleh BPES yang ternyata mendapat respon tak hanya di Batam, namun hingga keluar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

“Meskipun nama awalnya Batam Pos tapi tak mengurung untuk BPES berkembang dan dikenal hingga luar negeri. Hal ini membuktikan kegiatan BPES sudah melampaui batas, karena dikenal di Indonesia, Malaysia dan Singapura,” ujar pengagas berdirinya BPES.

Untuk itu, Rida pun mengubah nama BPES menjadi Al Ahmadi Entepreneurship Center agar cakupannya bisa lebih luas. Apalagi target Al Ahmadi Award kedepannya untuk seluruh Indonesia.

“Mulai hari ini, kami mengubah nama BPES menjadi Al Ahmadi Entepreneurship Center. Kami harap semua pihak bisa terus mendukung,” kata Rida Sembari melauncing nama baru di depan ratusan tamu undangan yang hadir.

Menurut dia, kedepannya Al Ahmadi Entepreneurship Center juga berkeinginan mendirikan Universitas berbasis syariah. Pembangunan Universitas ini mendapat dukungan dan bantuan dari teman-teman di Malaysia.

“Universitas ini sudah dibangun bertahap oleh teman-teman Malaysia. Mudah-mudahan dengan berdirinya Universitas berbasis syariah bisa menjadi kekuatan lain bagi Al Ahmadi Entepreneurship Center,” imbuhnya.

Karena itu, ia berharap dukungan dari semua pihak termasuk Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Walikota Batam, Muhammad Rudi, Bank Indonesia dan DPRD Batam. Dalam kesempatan itu Al Ahmadi Entepreneurship Center juga bekerja sama dengan Universitas di Batam.

“Kami mohon dukungan semua. Semoga Al Ahmadi Entepreneurship Center bisa menjadi gerakan membangun networking untuk usaha,” papar Rida.

Direktur Al Ahmadi Entepreneurship Center, Lisya Angraini mengatakan Al Ahmadi Award 2017 merupakan yang ke 6 kalinya. Awalnya, Al Ahmadi Award hanya digelar untuk tingkat Batam, kemudian Propinsi dan merambah ke Sumatera.

“Tahun depan kami akan mengembangkan hingga Sumatera dan Jawa. Yang artinya persaingan semakin ketat untuk mendapatkan Al Ahmad Award ini,” ujar Lisya.

Menurut dia, Al Ahmadi Award bertujuan sebagai ajang pembuktian untuk dunia usaha. Sementara Al Ahmadi Entepreneurship Center dapat membangun jejaringan bisnis dan untuk tumbuh membangun usaha secara bersama.

“Selain seminar hari ini dari tiga pengusaha Indonesia, Malaysia dan Singapura, besok (hari ini, red) kami juga menggelar bisnis matching di Bank Indonesia,” jelas Lisya.

Rida K Liamsi menyerahkan piala penghargaan kepada salah satu pemenang Al Ahmadi di Hotel Nagoya Hill, Lubukbaja, Sabtu (9/12). F. Dalil Harahap/batam Pos

Usai memberi kata sambutan, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Al Ahmadi Award, dimana untuk kategori umum, bisnis kuliner dimenangkan pengusaha asal Palembang yakni Irwan Mahmud dengan produk Es Teler Juragan, pemenang talent Inovatif peserta dari Lampung, Yunisar dari Ical’s Craft, pemenang jasa dan Industri adalah peserta dari Jambi, Khodijah Harahap yang memiliki produk Hijab Khodijah, kemudian untuk Agri Inovatif dimenangkan lagi oleh peserta asal Lampung yakni Dayin Fujianti yang memiliki produk Zegen Lampung.

Sementara untuk kategori Young Start Up untuk kuliner dimenangkan peserta asal Sumatera Barat (Padang) Friska Chairunnisa dengan produk Blasta Korean Food Cafe, Pemenang Agri Inovatif kembali diraih peserta padang yakni Muhammad Syafrullah dengan produk Sulit Air Farm (Berkah Qurbanku), dan untuk pemenang jasa dan industri dari Batam yakni Raja Erwin Kunia dengan produk Nong Isa Tour.

Fujianti, peserta asal Lampung mengaku bangga dengan penghargaan Al Ahmadi Award. Apalagi, ia baru pertama kali ke luar dan mengikuti kompetisi ajang pemilihan pengusaha terbaik.

“Yang pasti untuk menjadi pengusaha itu harus inovatif dan kreatif agar tak ketinggalan. Apalagi saat ini persaingan dunia usaha semakin ketat,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Irwan Mahmud pemenang usaha kuliner. Menurutnya, perlu kreatif dan konsep untuk memulai usaha. Seperti dirinya yang awal berusaha dari gerobak kini sudah memiliki cabang enam outlet yang tersebar di Indonesia.

“Yang pasti jangan pernah lelah dan teruslah berusaha. Persaingan memang ketat, namun yakinlah dengan produk diri sendiri. Dan intinya buatlah sesuatu yang unik namun jangan mahal,” ujar pria asal Palembang ini.

Sementara Seminar sharing bisnis diisi oleh tiga pembicara dari Indonesia, Malaysia dan Singapura yang disaksikan ratusan orang tamu serta alumni BPES. Mereka yakni salah satu owner Wakacao,
Aisyah Hafisha yang berpenghasilan Rp 24 miliar setahun, Osmirizan pengusaha asal Malaysia dan Kamaruzaman atau yang akrab disapa Chef Mel Dean, pengusaha asal Singapura.

Aisyah Hafisha yang akrab disapa Eca memulai usahanya bersama teman untuk membuktikan hasil dari tugas akhirnya tentang usaha. Bermodal Rp 50 juta bersama lima rekannya, kini mereka berhasil meraih omset Rp 24 miliar pertahun dengan memiliki 14 outlet.

“Produk kami lebih ke Indonesia, namun dibuat kekinian dengan harga terjangkau. “Beef Paper Rice” yang ditambah toping tergantung selera konsumen. intinya harga yang kami tawarkan jauh lebih murah hanya Rp 32-45 ribu dengan tampilan menarik,” ujar Eca.

Menurut dia, tak hanya memikirkan produk, seorang pengusaha juga harus memilikikan cara memasarkan produk. Dan ia memilih memasarkan produk lewat online dan brosur.

“Kebetulan dunia sosial saat ini lagi booming dan itu yang harus dimanfaatkan,” imbuh wanita berusia 23 tahun ini.

Hal senada dikatakan Osmirizan pengusaha asal Malaysia. Menurutnya suatu usaha harus memiliki sistem yang jelas. Hal itu untuk memastikan kekonsistenan terhadap produk yang dihasilkan agar tetap berkualitas dan terjaga.

“Apapun produk yang dihasilkan, buatlah sistem dalan uaha. Mesti ada record, supaya tidak lupa,” kata Osmirizan.

Tak hanya sistem, untuk berusaha juga harus diperkuat oleh niat. Niat usaha untuk maju atau seperti apa itu sangat penting dalam menjalankan usaha.

“Niat dari awal itu sudah pasti. Kalau sudah ada niat, yakinlah dengan usaha yang dijalankan,” imbuhnya.

Sedangkan Chef Mel Dean, pengusaha asal Singapura mengatakan dalam usaha harus ada keberanian serta tujuan. Tujuan usaha itu seperti apa dan untuk siapa. (she)

Advertisement
loading...