
batampos.co.id – Pengerjaan ornamen melayu yang menghiasi dinding jalan layang atau jalan layang menjadi pekerjaan terakhir jelang diresmikannya jalan layang pertama di Batam yang diberi nama Laluan Madani ini.
“Taman sudah siap, sekarang tinggal penyelesaiaan ornamen melayu saja,” kata Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Flyover Simpangjam, Andre Sahat Tua Sirait, Sabtu (9/12).
Ia menyebutkan jalan layang ditargetkan rampung pada 20 Desember mendatang. Proyek yang mulai dikerjakan sejak akhir tahun 2015 lalu ini, progresnya sudah mencapai 98 persen.
“Tinggal finalisasi saja,” sebutnya.
Disinggung mengenai peresmian oleh Presiden Jokowi 13 Desember mendatang, Andre mengungkapkan belum menerima informasi resminya, namun demikian pihaknya tetap bekerja sesuai dengan rencana awal yakni penyelesaian jalan layang.
“Soal (diresmikan presiden) belum ada info, kami kerja saja dulu untuk menyelesaikan proyek ini,” ucap Andre.
Ia menambahkan setelah selesai pengerjaan jalan layang, baru dilakukan uji coba bagi kendaraan melintas.
“Sekarang tak ada ujicoba, kami tunggu selesai saja, baru tes jalannya,” imbuh Andre.
Jalan layang di Simpang Jam dibangun menjadi dua jalur. Masing-masing jalur memiliki lebar 16,1 meter. Sedangkan panjang jalanan mencapai 460 meter dan titik tertinggi jalan layang sekitar sembilan meter dari permukaan tanah.
Sementara itu, Walikota Batam, Muhammad Rudi mengungkapkan penyelesaiaan flyover sudah memasuki tahap akhir. Demi memperindah jalan layang, pihaknya juga telah menyiapkan desai untuk pembangunan taman di empat sisi jalan layang.
“Desain sudah ada, tinggal hepeng saja lagi,”ujarnya.
Ke depan pihaknya akan melibatkan perusahaan yang ada di Batam untuk mengarahkan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bersama-sama membangun taman tersebut.
“Kami ajak semua terlibat, agar Batam menjadi lebih baik dan lebih indah dan bisa menjadi kota pariwisata,” tutupnya.(cr17)
