
batampos.co.id – Arus mudik Natal dan Tahun Baru masih sedikit di Bandara International Hang Nadim Batam, Senin (11/12). Adapun yang kembali ke kampung halamannya, sebagian orang yang mengejar tiket murah.
Agnes salah seorang penumpang tujuan Medan mengatakan bahwa dirinya memilih pulang lebih awal. “Suami masih bekerja, tapi saya dan orangtua suami pulang lebih dahulu. Karena saat ini tiket masih murah,” katanya saat ditemui Batam Pos, Senin (11/12).
Ia membeli tiket Batam tujuan Medan, masih diharga sekitar Rp 600 ribu. Bila ia kembali tanggal 20an Desember, tidak akan mendapatkan tiket semurah itu. “Sudah mahal. Bayangkan saya punya anak tiga, lalu sama ibunya abang (suami Agnes,red). Kalau pulang sekarang lebih menghemat biaya,” ungkapnya.
Batam Pos mencoba mengecek disalah satu situs perjalanan daring yakni Traveloka. Senin (11/12) dan Selasa (12/12), harga tiket untuk maskapai berbiaya murah seperti Citilink dan Lion Air berada dikisaran Rp 600 ribu.
Lalu saat dicek 15 Desember, harga tiket melonjak naik di dua maskapai berbiaya murah itu. Tiket dari Batam tujuan Medan dijual seharga Rp 900 ribu. Tanggal 20 Desember hingga awal tahun, tiket Batam tujuan ke Medan dijual sekitar Rp 1,1 juta.
Naiknya harga tiket ini diamini oleh General Manager Operasional Bandara International Hang Nadim Batam Suwarso. Ia mengatakan diatas tanggal 15, maskapai-maskapai sudah menerapkan harga tiket ambang batas atas.
Saat ini tiket dari 15 Desember hingg awal tahun, sudah banyak dipesan oleh masyarakat yang ingin merayakan Natal dan Tahun Baru. Ia mengatakan ada tiga rute paling tiketnya paling banyak dipesan yakni Medan, Jakarta, dan Pekanbaru.
Untuk tujuan Medan, Suwarso mengatakan dulunya ada rute alternatif selain melalui Bandara International Kuala Namu. “Melalui Silangit, tapi sejak Februari rute itu ditutup. Karena rendahnya demand (permintaan,red),” ujarnya.
Penambahan extra flight dari maskapai penerbangan, disebutkan Suwarso masih belum ada. Karena jumlah penerbangan saat ini dinilai masih bisa diakomodir. (ska)
