Aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa di Kantor Disdik Kepri, Selasa (12/12). F. Jailani/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri dituding nepotisme dalam penyaluran beasiswa Tahun Anggaran (TA) 2017. Sebagai bentuk protes, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Selasa (12/12) menuntut adanya transparansi atas beasiswa tersebut.

Pantauan di lapangan, aksi demonstrasi yang digelar sekitar pukul 09.00 WIB tersebut, selain mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian, Disdik Kepri juga menyiapkan brikade khusus dari sejumlah personel Pemuda Pancasila (PP) dengan seragam kebesarannya. Hal itu, menjadi pemicu marahnya para demonstrasi.

“Kami ingin bertanya, apa urusannya Pemuda Pancasila menjadi benteng Disdik Kepri. Jangan kami dibenturkan dengan premanisme,” teriak Hairun, Koordinator Lapangan yang memimpin aksi tersebut.

Masih pantauan di lapangan, sempat terjadi aksi saling dorong dengan sejumlah personel Pemuda Pancasila. Melihat situasi semakin panas, pihak kepolisian mengambil sikap tegas. Barisan Pemuda Pancasila yang di dalamnya ada Pejabat Eseloan IV Disdik Kepri tersebut diminta untuk mundur.

“Kami melihat, keputusan yang dibuat Disdik Kepri tentang beasiswa beprestasi dan kurang mampu sarat dengan nepotisme,” ujar Hairun.

Menurut Hairun, tidak ada bentuk transparansi yang dilihatkan Disdik Kepri. Apalagi banyaknya nama ganda yang dibuat pada waktu pengumanan penerima beasiswa pekan lalu. Hal itu mengindikasikan, proses seleksi yang digelar beberapa waktu lalu hanyalah formalitas belaka.

“Jika kepada Dinas dan Gubernur tidak becus mengurus dunia pendidikan Kepri. Kita minta mundur secara teratur,” tegas Hairun.

Berselang satu jam menggelar aksi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Arifin Nasir akhirnya menemui pendemo. Menanggapi tudingan demonstran, Arifin mengatakan besaran beasiswa Tahun 2017 adalah Rp 5 miliar. Dijelaskannya, dari jumlah tersebut Rp 3,3 miliar diperuntukkan bagi beasiswa mitra.

“Sisanya adalah untuk bantuan beasiswa berprestasi dan jalur kurang mampu. Kami sudah berupaya menambah jumlahnya menjadi Rp2 miliar, bukan Rp 1,7 miliar,” ujar Arifin.

Disebutkannya, secara keseluruhan penerima beasiswa adalah 975 orang. Sebanyak 650 orang penerima beasiswa berprestasi. Sedangkan sisanya adalah untuk jalur kurang mampu dan bantuan pendidikan. Menurut Arifin, proses seleksi yang dilakukan adalah untuk menjadikan beasiswa ini tepat sasaran.

“Demi Allah, saya jamin tidak ada titip menitip. Karena prosedurnya sudah kita perketat. Terkait adanya nama ganda, sudah kita revisi. Penerimanya tetap berdasarkan nilai yang sudah ada,” jelas Arifin.

Merasa kurang puas dengan jawaban yang disampaikan Kadisdik Kepri tersebut, para demonstran memutuskan untuk melakukan aksi lanjutan ke Kantor Gubernur Kepri. Disana, para pengunjuk rasa melakukan aksi bakar ban. Gubernur berhalangan menemui pendemo. Lantaran sedang berada di luar kota.(jpg)