
batampos.co.id – Sejumlah pedagang ikan di pasar Dabo mengaku kekurangan pasokan ikan untuk dijual. Kondisi ini dipicu akibat kondisi cuaca di laut kurang bersahabat serta kondisi air yang tidak menguntungkan bagi nelayan untuk mendapat tangkapan ikan lebih banyak lagi.
“Di pasar, beberapa hari ini ikan sedikit. Agak sulit untuk memilih ikan untuk dimasak,” ujar Sarni salah seorang ibu rumah tangga di Sungai Lumpur, ketika ditemui Batam Pos sedang belanja di pasar Dabo, Rabu (13/12) pagi.
Sementara itu di lokasi yang sama, Usman salah seorang pedagang ikan mengatakan, beberapa hari ini tidak banyak menjual ikan. Pasalnya, memang kondisi cuaca dan air laut kurang bagus, sehingga mengakibatkan tangkapan ikan semakin berkurang.
Saat ini ikan yang ada dan di jual pedagang di pasar ikan Dabo yakni ikan pari dengan harga Rp 35 ribu perkilonya, ikan talang yang dibandrol Rp 20 ribu perkilo. Sementara itu, di salah satu meja pedagang ikan lainnya menjajahkan ikan gembung dengan harga Rp 30 ribu per kilo.
“Kalau ikan parang berkisar harga Rp 25 ribu perkilo. Tapi akhir-akhir ini ikan memang kurang banyak,” ujar pria yang mengaku telah berjualan ikan selama 25 tahun di pasar Dabo.
Usman menambahkan, kondisi pasar di Dabo sangat mengkhawatirkan. Ia mengatakan, jika ikan sedikit harga tentunya melambung tinggi yang berdampak pada menurunnya jumlah pembeli. Sedangkan kalau kondisi ikan banyak warga juga tidak dapat membeli habis ikan yang ada.
Usman juga mengatakan kondisi sekarang ini terjadi karena tidak adanya sumber pencarian masyarakat untuk menghasilkan uang. Lain halnya dulu, saat sejumlah perusahaan tambang beroperasi di Dabo ini. Masyarakat banyak berbelanja karena memang mempunyai penghasilan yang pasti.
“Saat ini saja saya tidak memiliki modal untuk jual ikan sendiri. Ikan yang ada saat ini hanya bantu-bantu jual ikan milik kawan, sukur-sukur dapat Rp 20 – Rp 30 ribu untung julakan ikan kawan,” ujar Usman. (wsa)
