
batampos.co.id – Lelah Sutiyo Suyatno sepertinya terbayar usai mendapat kesempatan berfoto dengan Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad di luar Lobi Gedung DPRD Batam, Senin (18/12). Padahal pundaknya masih memikul tas dengan beban 24 kilogram dan sebuah tongkat kayu.
“Keinginan saya, berfoto dengan setiap pimpinan daerah. Dan Alhamdulillah tadi saya diterima untuk berfoto,” ujar pria berambut gondrong ini dengan senyum sumringahnya.
Sutiyo atau akrab disapa Pakde Tio mengaku datang jauh-jauh dari Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Hebatnya, untuk sampai ke Batam, Pakde Tio hanya mengandalkan kedua kakinya alias jalan kaki. Bahkan, ia rela meninggalkan anak-anaknya di Kampung untuk bisa mencapai keinginan tersebut.
“Sebelum kesini, saya sudah lebih dulu ke Dumai, juga jalan kaki dari Kampung saya. Saya habiskan waktu satu tahun dan delapan bulan untuk keliling sumatra,” imbuh Pakde Tio.
Diceritakannya, selama beberapa tahun terakhir ia habiskan waktu untuk berkeliling Indonesia. Seluruh wilayah mulai Propinsi, Kota hingga Kabupaten sudah ia tempuh hanya dengan berjalan kaki.
“Saya sudah keliling semuanya, kecuali Aceh. Insyallah dari Batam saya akan ke Aceh, namun mau istirahat dulu. Di Batam, saya mau ke Jembatan Barelang. Jembatan 1 sampai 6. Selama ini saya penasaraan dengan cerita orang-orang,” kata pria kelahiran 1966 silam.
Menurut dia, banyak suka duka yang ia hadapi selama perjalanan. Bahkan ia pernah diejek, namun tekad untuk berkeliling Indonesia tak mematahkan semangatnya untuk terus berjalan kaki. Selama perjalanan, ia mendapat banyak respon dari warga, namun banyak respon warga yang berbaik hati dan menyambut kedatangannya.
“Saya berjalan dengan memikul berat tas ini. Isi tas ini tak bisa dikurangi karena kebutuhan saya ada disini. Suka duka jangan ditanya, susah saya ceritakan. Yang pasti dalam perjalanan saya, masih banyak yang baik hati,” ceritanya.
Disinggung tujuannya keliling Indonesia dengan cara berjalan kaki, Pakde Tiyo mengaku hanya sebagai pencinta alam yang mencari keindahan alam Indonesia. Ia menikmati setiap perjalanannya meski seorang diri. Bahkan ia rela tidur diemperan toko dan tempat luang lainnya.
“Saya jalan kaki karena keinginan, bukan ikut-ikut orang lain. Makanya saya jalan sendiri dan tak mau ditemani,” pungkas pria ini. (she)
