Minggu, 5 April 2026

Perlu 10 Tahun Batam Jadi Kota Modern, Indah dan Madani

Berita Terkait

Kondisi Taman Jodoh Boulevard setelah dibersihkan dari PK5, Senin (25/9). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan Batam akan menjadi kota yang indah, modern dan madani dalam waktu 10 tahun. Waktu ini terhitung sejak ia bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad memimpin Batam.

“Kami siapkan perencanaan pembangunan infrastruktur 10 tahun. Artinya, 10 tahun Batam akan jadi kota yang indah, modern dan madani,” kata Wali Kota usai Pawai Budaya dalam rangka Hari Jadi Batam (HJB), Senin (18/12).

Seiring Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) kini pihaknya tengah fokus membangun infrastruktur, seperti jalan dan drainase yang dimulai dari Batam bagian timur, seperti Lubukbaja (Jodoh Nagoya), Batamcenter dan Bengkong.

“Kami siapkan lima tahun ini (kepemimpinannya), Inshaa Allah jalan 70 persen selesai. Tinggal arah ke Batam bagian barat saja,” ucapnya.

Dengan demikian, dalam jangka 10 tahun infrastruktur semua ruas jalan baik Batam bagian barat maupun timur sudah harus dibangun atau dilebarkan.

“Maka 10 tahun Batam berubah, jalannya sudah harus berubah,” ujarnya.

Untuk diketahui pada tahun 2017 ini sedikitnya ada tujuh titik jalan yang diperlebar. Sementara pada tahun 2018 mendatang sebanyak 11 titik. “Sesuai perencanaan saya, lima tahun bagian timur plus sedikit bagian barat akan terselesaikan dari infrastruktur, banjir, dan semuanya,” ujarnya.

Pengembangan infrastruktur memang jadi prioritas pada era kepemimpinan Rudi-Amsakar. Dalam Nota Keuangan APBD 2018, disebutkan besaran anggaran infrastruktur yang dikucurkan Pemko Batam mencapai Rp 290 miliar. Anggaran ini terdiri dari pembangunan dan peningkatan jalan jembatan sebesar Rp 207,4 miliar, peningkaan kebinamargaan Rp 39,1 miliar, pengendalian banjir Rp 32,6 miliar serta infrastruktur hinterland yakni Rp 10,5 miliar.

“Tiap tahun rencananya sudah ada semua,” kata Rudi, belum lama ini.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan berarti sektor-sektor penting lain tidak dikerjakan. Termasuk, sektor pendidikan hingga kesehatan.

“Diluar itu saya tak ganggu. Fokus infrastruktur tak ganggu yang lain,”ucapnya.

Justru hal yang ia kerap kurangi tiap tahun adalah perjalanan dinas, maupun honor kegiatan. Pengurangan perjalanan dinas dipastikan akan dilakukan tahun depan.

“Studi banding banyak-banyak ngapain,” katanya.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad meyakini pembangunan infrastruktur diyakini dapat mendukung perbaikan ekonomi.

“Kami percaya penataan ruas jalan akan menggerakan ekonomi di Batam, beberapa titik ruko yang lesu mulai sehat karena ini,” katanya.

Ia menilai, infrastruktur yang memadai mempunyai dampak yang berantai ke arah yang lebih baik.

“Harga ruko naik, artinya Pajak Bumi Bangunan pun naik, lalu Bea-nya (BPHTB, red) ikut naik,” paparnya.

Tak berhenti sampai di sini, ia mengklaim rencana ini bukan tanpa pertimbangan yang matang, infrastruktur yang mumpuni akan menarik wisatawan datang ke Batam. (cr13)

Update