Jumat, 24 April 2026

Empat Kecamatan Utang Raskin

Berita Terkait

Seorang warga mengangkut raskin yang baru diambil di kantor desa, beberapa waktu lalu. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Empat Kecamatan di Kabupaten Bintan masih berutang pembayaran beras masyarakat miskin (raskin) yang disalurkan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (subdivre) Tanjungpinang sebesar Rp66 Juta. Diantaranya Kecamatan Bintan Timur Rp 23 juta, Bintan Utara Rp 21 juta, Teluk Bintan Rp 17 juta dan Toapaya sebesar Rp 5 juta.

Kepala Inspektorat Kabupaten Bintan, Raja Muhammad Akib Rachim menginstruksikan pihak kecamatan segera melunasi hutang sebelum 17 Desember ini. “Sebelum akhir tahun sudah lunas,” katanya.

Camat Teluk Bintan, Assun Ani mengakui jika lembaga yang dipimpinnya itu memiliki hutang raskin. “Jumlahnya tak banyak, tak sampai segitu (Rp 17 juta). Cuma kurang sikit saja, beberapa Kades seperti Pangkil dan Tembeling belum melunasi. Jumlahnyatak sampai Rp 5 juta. Insya Allah kamis atau paling lama jumat sudahlunas,” katanya.

Terkait pendistribusian beras raskin, ia mengaku tidak memiliki kendala yang berarti. Seperti di daerah Pangkil, pembayaran dilakukan per empat bulan. Hal itu dilakukan mengingat adanya kendala transportasi. “Tunggu transportasi yang agak susah. Lagi pula, itu duitnya harus disetor sekaligus, makanya dikumpulkan dulu baru disetor,” katanya.

Camat Bintan Utara, Azwar mengaku belum menerima laporan soal hutang kepada pihak Bulog. “Saya cek dulu. kalau soal sangkut hutang biasanya ada, tapi jumlahnya saya pastikan dulu,” tukasnya.

Sementara Camat Bintan Timur Rusli menyampikan, tunggakan hutang akibat sebagian masyarakat yang belum membayarkan beras raskin ke pihak kelurahan. Sehingga pihak kelurahan belum menyetor pembayaran beras raskin ke pihak kecamatan. “Tadi sudah saya panggil semua lurah di Bintan Timur, saya minta tanggal 23 Desember sudah masuk ke pihak kecamatan,” kata dia.

Ia juga menegaskan, urusan beras raskin sebenarnya langsung didistribusikan ke pihak kelurahan. Hanya, diakuinya kendala di masyarakat ada yang belum membayarkan ke pihak kelurahan. “Total semua utang ke bulog sekitar Rp 23 juta,” sebutnya.(cr21)

Update