
batampos.co.id – Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengatakan, pengamanan pusat keramaian masyarakat di Kabupaten Bintan akan ditingkatkan selama operasi lilin seligi tahun 2017 berlangsung.
“Tempat tempat keramaian masyarakat yang rawan di kabupaten Bintan seperti pelabuhan, objek wisata antara lain Lagoi, dan perbatasan Bintan Tanjungpinang akan dipantau terus,” ungkapnya usai memeriksa persiapan pasukan di Mapolres Bintan, Kamis (21/12) kemarin.
Ia juga mengatakan, sekitar 418 personel gabungan yang terdiri dari 200 personel kepolisian dan 218 personel dari unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan serta anggota Pramuka akan disebar di 9 pos pengamanan dan 3 pos pelayanan.
Meski belum belum menerima laporan ancaman aksi teroris, pihaknya berkoordinasi dengan pihak intelijen kemungkinan adanya ancaman. Pihaknya juga akan melakukan sweeping atau razia apabila ditemukan penjualan petasan yang tidak mengantongi izin resmi.
Untuk pengamanan terhadap 37 gereja di Kabupaten Bintan, pihaknya akan menurunkan tim penjinak bom (jibom) dari Brimob untuk mensterilkan gereja sebelum kegiatan Misa Natal dan kegiatan lainnya yang dilakukan jemaat umat nasrani di gereja.
“Gereja yang jumlah jemaatnya banyak akan kami terjunkan 12 personel, sedangkan yang jemaatnya tidak terlalu banyak sekitar 5 personel,” kata dia.
Ia juga mengimbau kepada jemaat yang ingin beribadah ke gereja agar tidak membawa tas yang besar. Jika ada tas yang besar dan mencurigakan, ia sudah memerintahkan anggotanya untuk memeriksa isi tas tersebut.
Sementara untuk pelayanan masyarakat di kantor kantor kepolisian, ia memastikan tidak ada terganggu. karena dalam operasi ini hanya 2/3 personel yang dikerahkan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru, sisanya atau sekitar 1/3 personel tetap berjaga di kantor kepolisian.
“Yang di mako tetap standby karena kita punya tahanan yang harus dijaga serta masyarakat yang sewaktu-waktu melapor,” tukasnya.
Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam mengatakan operasi lilin seligi 2017 di kawasan Bintan akan difokuskan di dua titik, yaitu kawasan wisata dan rumah ibadah. Dua tempat itu memang tiap libur akhir tahun banyak dikunjungi masyarakat yang ingin menikmati libur panjang.
“Untuk pengamanan rumah ibadah juga akan kita fokuskan agar masyarakat yang merayakan natal dan tahun baru dapat melaksanakan aktifitasnya dengan rasa aman dan nyaman,” ungkapnya. (cr21)
