
batampos.co.id – Jenazah Deli Cinta Sihombing, yang ditemukan tewas dengan posisi setengah telanjang di rumahnya di perumahan Centra Raya, RT04/RW08, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12) lalu sudah dikembalikan ke keluarga. Jenazah Deli dimakamkan oleh pihak keluarga di Pemakaman Umum Seitamiang, Jumat (22/12) sore sekitar pukul 15.00 WIB.
Sebelum dimakamkan, jenazah Deli sempat disemayamkan di rumah Budi Sihombing, kakak pertamanya di kaveling Kamboja II blok KK/75, RT001/RW 015, kelurahan Seipelenggut, Sagulung.
Suasana duka menyelimuti rumah kediaman keluarga Budi sepanjang hari kemarin. Roli Silalahi, ibu Deli tampak terlukai lemas disamping jenazah puteri bungsunya. Wanita paruh baya itu tak lagi bisa berteriak sebab suaranya sudah parau. Dia terus menangisi kematian tragis anaknya itu. Disampingnya duduk anak-anaknya yang lain yang juga dalam suasan duka yang mendalam.
Budi yang sempat menemui wartawan menuturkan, secara agama keluarga besarnya sudah mengiklaskan kematian adik bungsunnya itu. Namun secara hukum mereka sangat berharap agar aparat kepolisian mengusut tuntas kematian Deli itu.
“Kami yakin adek kami ini dibunuh, maka siapapun pelakunya tolong ditangkap dan dihukum yang setimpal. Siapapun dia haru pertanggung jawabkan perbuatannya ini,” ujar Budi.
Kepada Alfius Agustinus Koula, suami Deli yang sampai siang kemarin tak diketahui keberadaanya, Budi berharap agar segera datang menemui pihak keluarga sebagai wujud tanggung jawabnya sebagai seorang suami.
“Kalau merasa tak bersalah kenapa harus lari. Kenapa nomor (ponsel) tidak aktif. Kami tak menuduh. Tapi tunjukan rasa tanggung jawabmu sebagai suami. Adek kami ini sudah meninggal, setidaknya datanglah lihat dia. Kalaupun ini (kematian Deli) karena perbuatanmu, datanglah atau serahkan diri ke polisi. Kami tak akan ambil tindakan sendiri. Saya janji itu,” tutur Budi.
Diceritakan Budi, sampai siang kemarin Alfius, suami Deli memang belum diketahui keberadaanya dimana. Alfius menghilang setelah kematian Deli diketahui warga. Padahal diakui Budi, sebelum Deli ditemukan meninggal dengan kondisi mengenaskan, Alfius diketahui sedang berada di Batam. Dia yang selama ini brofesi sebagai teknisi mesin kapal dan sering belayar sudah kembali ke Batam sejak sebulan yang lalu.
“Adik ketiga saya bilang, Alfius ini sudah sebulan tak berlayar. Berarti dia di Batam saat adik kami ini dibunuh. Makanya kehilangan dia disaat adik kami meninggal jadi tanda tanya besar. Seberat apapun masalah atau sejengkel apapun dia dengan adik kami, tak seharusnya dia menghilang seperti ini. Istrimu ini Alfius, kok teganya kau seperti itu,” tutur Budi, seraya mengusap air matanya.
Sikap tak bertanggung jawab yang ditunjukan Alfius itu menguatkan dugaan keluarga jika kematian Deli akibat perbuatan Alfius sendiri. Sehingga mereka berharap agar polisi secepatnya menemukan Alfius untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.
“Kalau tak bersalah, kenapa dia harus lari. Polisi harus cari dia secepatnya agar terungkap semua kejadian ini,” ujar Budi.
Dugaan keluarga tentang keterlibatan Alfius atas kemarian Deli itu dibenarkan warga yang datang melayat ke rumah duka ataupun di lokasi kejadian. Itu karena Alfius dan Deli selama ini diinformasikan sering terlibat cek cok. Keluarga muda tersebut sering ribut.
Pihak kepolisian Batuaji saat dikonfirmasi hanya membenarkan jika Deli adalah korban pembunuhan. Sementara pelaku dan motif pembunugan polisi belum berkomentar banyak sebab masih dalam penyelidikan.
“Semua kemungkinan ada, kami harus pastikan dulu dengan penyelidikan yang lebih dalam lagi,” ujar Kapolsek Batuaji.
Penyelidikan terakhir polisi sudah memeriks delapan orang saksi baik dari warga di lokasi kejadian ataupun keluarga korban. Mobil Toyota Rush BP 1661 HI milik keluarga korban juga belum diketemui sampai sore kemarin. Begitu juga dengan Alfius suami korban juga belum diketahui keberadaanya. (eja)
