
Pengujan Kecamatan Teluk Bintan, kamis (22/12) kemarin. F. Slamet/Batam Pos.
batampos.co.id – Pembangunan Jembatan Pengujan tahap I yang menelan anggaran sekitar Rp 5,4 miliar di Desa Pengujan Kecamatan Teluk Bintan rampung. Tahun depan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 8,4 miliar untuk melanjutkan pekerjaan jembatan tahap II tersebut.
“Sudah selesai 100 persen, kemarin (kamis) pekerjaan terakhir pemasangan realing jembatan (pinggir),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bintan Junirianto yang dihubungi Batam Pos pada Jumat (22/12).
Untuk pekerjaan tahap kedua, ia mengatakan, tahun depan telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 8 miliar lebih untuk pekerjaan lanjutan. Pekerjaan tahap dua lanjutnya, dilakukan pembangunan jembatan dengan rangkap baja di bagian tengah untuk jembatan sepanjang 80 meter.
“Di situ alur kapal nelayan jadi dibangun menggunakan rangka baja tanpa tiang,” kata Junirianto.
Tak hanya pembangunan jembatan rangka tengah tanpa baja, kata juni, tahun depan, akan dilanjutkan pekerjaan sebagian jembatan yang belum dilantai dan dicor.
Awalnya, pembangunan jembatan pengujan dengan lebar 3 meter dimulai pembangunan dari sisi selat bintan I sekitar 200 meter, lalu dilanjutkan tahun depan pembangunan sekitar 80 meter dari Selat Bintan II.
Sementara itu, Kades Pengujan Zulfitri memastikan ganti rugi kelong dan kerambah milik nelayan sudah selesai. Ia berharap, pembangunan jembatan pengujan segera cepat selesai dan terealiasi sehingga dapat digunakan. “Mudah mudahan tahun depan bisa digunakanlah,” harapnya.
Disinggung nasib pekerja pokcai ke depan? Ia mengatakan, pihaknya akan memberdayakan usaha pokcai menjadi usaha pariwisata sehingga tetap
hidup . “Pemerintah akan menggandeng dan bekerjasama dengan pemilik
pokcai,” katanya. (cr21)
