
batampos.co.id – Perayaan Natal yang juga berdekatan dengan Tahun Baru, menjadi ajang libur panjang sebagian besar warga. Sebab, tak sedikit yang memanfaatkannya dengan mengambil cuti, maupun pihak sekolah dan pihak lainnya yang memakai rentang waktu tersebut sebagai hari berlibur.
Meski Batam berada di lokasi strategis yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, tapi kota ini tak hanya sebagai tempat transit karena masih dipadati kunjungan domestik maupun wisman. Terbukti dari sejumlah hotel berbintang yang ada di Batam, padat hingga tahun baru.
Cluster marketing communication manager Harris Hotel Batam, Dila Bachmid mengaku mengalami peningkatan di libur Natal dan Tahun Baru. “Hari ini (kemarin,red) full hingga beberapa hari ke depan,” ujar Dila, Senin (25/12).
Dengan alasan libur panjang, tamu yang menginap di hotel Harris Batamcenter ini justru lebih didominasi wisatawan domestik.
“Perbandingannya sekitar 70 banding 30 persen,” sebutnya.
Ia berpendapat, warga di Batam ataupun dari kabupaten/kota di Kepri memilih memanfaatkan liburan hemat bersama keluarga.
“Kebanyakan keluarga. Apalagi di kesempatan ini, banyak kejutan yang kita sediakan untuk tamu, sempena Natal dan Tahun Baru,” terang Dila.
Sahid Hotel & Convention Batamcenter juga demikian. Hotel bintang tiga ini full saat Natal. Namun kepadatan tamu diakui marketing communication executive Sahid Hotel & Convention Batamcenter, Try Sam Suri, lebih didominasi tamu dari luar (wisman).
“80 persen dari luar. Mayoritas dari Singapura,” jelas Suri.
Tidak hanya Batamcenter, sejumlah hotel di Nagoya pun padat. Seperti Nagoya Hill Hotel Batam, mengalami peningkatan pengunjung yang datang dari luar kota Batam.
“Padat, hampir 70 persen kamar terisi,” kata admin koordinator Nagoya Hill Hotel, Jesicha.
Semetara di Grands i Hotel Nagoya melalui sekretarisnya, Renny mengaku, sejak awal Desember sudah terjadi peningkatan jumlah tamu yang menginap. “Peningkatannya menunjukkan grafik naik terus hingga akhir tahun ini,” tuturnya.
Hal ini senada diungkapkan sekretaris persatuan hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Batam, Tarigan. Ia menyebutkan, kunjungan tamu hotel akan meningkat sehari sebelum hari H.
“Seperti Natal, padatnya mulai kemarin (24/12). Hari ini mulai berkurang, dan besok rata-rata check out,” paparnya.
Lanjut Tarigan, kepadatan kembali terjadi untuk malam 30 dan 31 Desember (Tahun Baru).
“Sekarang saja reservasinya sudah mulai banyak. Dan memang tamu hotel di batam didominasi dari Singapura dan Malaysia,” tambahnya.
Soal harga, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana pihak hotel bersama-sama menaikkan harga penginapan di hari-hari besar atau libur panjang.
“Tapi sekarang kami tidak berani lagi. Harga yang dipakai cenderung masih harga standar karena untuk menarik jumlah kunjungan wisatawan itu sendiri,” pungkas Tarigan. (nji)
