
batampos.co.id – Ribuan warga Batam memilih menghabiskan waktu liburan panjang ini dengan mengunjungi Singapura seperti yang terlihat di Pelabuhan Internasional Sekupang, Senin (25/12).
Risa salah satunya, karyawan salah satu perusahaan yang ada diTanjunguncang ini mengaku, murahnya biaya tranportasi ke Singapura dibanding ke daerah lain menjadi alasan utama berlibur ke Singapura.
“Balik hari saja, lumayan buat refreshing. Mumpung libur juga,” kata perempuan yang bekerja sebagai salah satu staf HRD ini.
Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelabuhan Internasional Batam, Jumarly mengatakan untuk jumlah penumpang yang pergi dan berangkat tidak ada mengalami peningkatan atau normal hingga Minggu (24/12). Namun karena puncak liburan Natal, mungkin terjadi peningkatan meskipun tidak banyak.
“Jumlahnya hampir sama saja, namun berdasarkan data penumpan, Desember menjadi puncak liburan. Hingga Minggu data penumpang yang berangkat mencapai 43 ribu dan datang 47 ribu. Ini tertinggi jika dibandingkan bulan-bulan lainnya,” terang dia.
Hal serupa juga terjadi di Pelabuhan Internasional Batamcenter, libur natal ini dimanfaatkan warga Batam untuk mengunjungi Malaysia dan Singapura.
Bagian Operasional Pelabuhan Internasional Ferry Batam Centre, Armayadi Lilik mengatakan diperkirakan jumlah penumpang yang berangkat mencapai 14-15 ribu orang.
“Paling ramai tujuan Singapura. Hingga siang ini saja yang berangkat sudah diangka lima ribu orang,” sebutnya.
Menghadapi masa liburan ini, pihaknya bekerja cukup keras demi lancarnya proses keberangkatan dan kedatangan penumpang. Untuk antisipasi lonjakan penumpang pihaknya juga menambah 18 kapal untuk mengangkut penumpang.
“Ya frekuensinya kami tambah di luar yang biasa. Ada 18 kapal yang kami tambah di luar jadwal yang biasanya,” ucap Armayadi saat ditemui di kantornya.
Disinggung mengenai peningkatan penumpang, ia menyebutkan tahun ini terjadi penurunan penumpang yang berangkat bila dibandingkan dengan tahun 2016 lalu. Ia menyebutkan faktor ekonomi Batam yang belum stabil mungkin menjadi salah satu penyebabnya.
“Namun untuk yang masuk jumlahnya masih sama saja atau tidak ada peningkatan yang signifikan,” ujarnya.
Dia berharap perbaikan yang dilakukan pemerintah di tahun depan bisa menggerakkan jumlah wisatawan yang datang ke Batam.
“Semakin banyak yang datang tentu semakin baik, dan itu memerlukan upaya, salah satunya fasilitas penunjang sektor pariwisata seperti map (peta,red) Kota Batam,” harapnya.(cr17)
