Kamis, 9 April 2026

Warga Terpaksa Pilih Pantai

Berita Terkait

Seorang bocah mandi air laut di Pantai Tanjungriau, Sekupang, Minggu (24/12). Banyak warga memanfaatkan libur panjang bermain ke pantai. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Setiap libur tiba, pantai selalu ramai dikunjungi warga, tak terkecuali di Pantai Piayu Laut. Walau tak seramai pantai-pantai yang jadi tujuan piknik utama di Batam, pengunjung pantai ini lebih banyak dibanding hari biasa.

“Setiap libur pasti ramai, palagi kalau libur panjang begini,” ucap warga sekitar, Rifai.

Apalagi, kata dia, Piayu Laut merupakan destinasi para pemburu kuline laut. “Mereka bisa sekalian makan-makan,” ungkapnya.

Sementara itu seorang pengunjung p, Eva mengaku memilih pantai bukanlah tujuan utamanya. Bukan tanpa alasan berlibur ke pantai selalu dilakoni kebanyakan warga setiap tahunnya.

“Pilihan orang paling pantai atau ke mall. Batam kurang taman atau ruang terbuka hijau,” keluh wanita admin salah satu perusahaan swasta di bilangan Batamcenter ini.

Ia tak menampik, ia mengetahui ada taman yang disiapkan pemerintah seperti Taman Kolam Sekupang. Bahkan ia mengaku pernah mengunjugi taman tersebut.

“Penataan tamannya lumayan bagus. Mudah-mudah-mudahan banyak taman seperti itu,” harapnya.

Sebelumnya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana mengembangkan hutan wisata, tempat rekreasi ini memanfaatkan hutan lindung yang ada.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengungkapkan, rencana hutan wisata ini yakni di lokasi hutan lindung seberang Kepri Mall. “Kalau jadi itukan bagus sekali,” kata Rudi, kemarin.

Ia menyampaikan, untuk mewujudkan hal ini ia harus meminta izin pinjam pakai terlebih dahulu ke Kementrian Kehutanan, izin akan disampaikan melalui Gubernur Kepri karean urusan hutan kini tak lagi di kota dan kabupaten.

“Ini rencana. Rudi ini banyak ajukan, pulau Putri kami ajukan pantai Nongsa. Banyak,” ucapnya.

Ia menyampaikan, beberapa usah ini ia lakukan untuk masyarakat, apalagi Batam bakal sedang dikembangkan kepariwisataanya.

“Nanti pohonnya tak dipotong, bawahnya kita bersihkan. Pakai mobil tak bisa masuk, kalau pakai sepeda boleh,” terangnya. (cr13)

Update