Jumat, 17 April 2026

2017, Batamindo Rekrut 11.347 Tenaga Kerja

Berita Terkait

Ilustrasi pelamar kerja. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kawasan industri Batamindo telah merekrut 1072 tenaga kerja yang dibutuhkan untuk enam perusahaan yang berada disana pada akhir tahun ini.

“Desember tahun ini ada 1072 tenaga kerja yang direkrut. Perusahaan yang merekrut paling banyak adalah PT Schneider yang merekrut 350 buruh baru,” kata General Manager Affair Batamindo, Tjaw Hoeing atau biasa disapa Ayung, Selasa (26/12).

Diantara enam perusahaan termasuk PT Schneider terbagi atas dua kategori yakni perusahaan yang merekrut buruh untuk perusahaannya sendiri dan perusahaan yang merekrut untuk perusahaan lainnya.

Tercatat ada dua perusahaan yang merekrut karyawan untuk perusahaan lain, antara lain PT Tunas Karya yang merekrut 398 buruh dan PT Indoyasa yang merekrut 80 buruh.

“Sedangkan empat perusahaan lainnya adalah PT Schneider, PT Patite yang merekrut 22 buruh, PT Shimano yang merekrut 10 buruh dan PT Indomarco Pristama yang merekrut 212 buruh,” jelasnya.

Secara keseluruhan sepanjang 2017, Batamindo telah merekrut 11.347 tenaga kerja. Dimana perekrutan tertinggi terjadi pada bulan Agustus dengan 1588 rekrutan dan bulan terendah terjadi pada Januari dengan 141 tenaga kerja.

Sedangkan pengamat kebijakan ekonomi Batam, Suyono Saputro berpendapat sektor manufaktur punya peluang untuk pulih. Dengan syarat pemerintah harus memberikan insentif.

“Bisa kita lihat industri elektronik belum terpengaruh secara signifikan pelemahan ekonomi global. Karena masih bisa terima rekrutan. Panbil dan Batamindo tak ada masalah soal perekrutan,” ungkapnya.

Insentif yang dibutuhkan dunia industri kata Suyono haruslah insentif yang mampu membuat industri elektronik mampu berproduksi lebih banyak.

“Sekarang bagaimana industri elektronik bisa memperbesar produksinya. Caranya adalah dengan memberikan kemudahan untuk menjual langsung produknya di wilayah domestik,” katanya.

Ia yakin jika kebijakan Free Trade Agreement (FTA) segera diberlakukan, maka industri akan berkembang dan membuka perekrutan lebih banyak lagi.

“Ada banyak industri yang siap jual produk mereka kedalam negeri asal bea masuk dihapuskan,” tutupnya. (leo)

Update