Jumat, 17 April 2026

Tahun 2018 Pemko Batam Fokus Atasi Banjir

Berita Terkait

Alat berat milik Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam mengeruk tanah yang menimbulkan pendangkalan parit depan Mall SP Plaza, Sagulung, Rabu (13/12). Bila tidak dikeruk bisa menimbulkan banjir, apalagi dilokasi ini sering terjadi banjir. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Di 2018 mendatang, Pemko Batam telah menganggarkan Rp 11,2 miliar untuk penambahan tiga alat berat. Penambahan alat berat itu diperuntukan untuk mengatasi permasalahan banjir di kota Batam. Selain itu, tahun depan juga akan ada pelebaran jalan dari Simpang Panbil Seibeduk menuju Simpang Kabil, Kepri Mall.

Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura, mengaku selain pembangunan infrastruktur, fokus lainnya yang harus diselesaikan tahun depan ialah masalah banjir. Oleh sebab itulah Komisi yang membidangangi pembangunan, sarana prasarana dan lingkungan hidup ini akan terus bersinergi untuk pengawasan mitra kerjanya.

“Apa saja yang jadi aspirasi masyarakat, pelan-pelan kita selesaikan,” terang Nyanyang, Selasa (26/12).

Adapun ketiga alat berat itu ialah dua unit long arm excavator dan satu unit excavator amfibi.

Sementara mengenai masalah jalan, hal ini diketahui setelah pemerintah pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) menyetujui penganggaran pelebaran jalan nasional tersebut.

“Sudah disetujui, rencananya di tahun 2018,” katanya.

Menurut dia, berbeda dengan pelebaran jalan lain yang ada di Batam, yang dianggarkan dari APBD Batam. Pelebaran jalan yang menghubungkan Batuaji-Batamkota ini dari APBN.

“Kalau APBD tak ada anggaran. Makanaya kita minta ke pusat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Pemko Batam, Yumasnur mengatakan, pengadaan alat ini bertujuan menambah kekuatan untuk penanganan banjir.

Diakui Yumasnur, dari enam alat berat yang baru didatangkan dinilai belum bisa mencakup semua kawasan banjir. Untuk itu, pihaknya kembali mengusulkan untuk pengadaan tiga alat berat lagi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018.

“Alat berat ini diperuntukan untuk proses normalisasi drainase, parit, dan pekerjaan lainnya,” katanya.

Ia memperkirakan Maret atau April ketiga alat tersebut sudah datang.

Sebelumnya, Pemko sudah menggelontorkan Rp 12 miliar lebih untuk enam alat berat. Yumasnur menambahkan, penanganan banjir memerlukan waktu yang tidak sebentar. Meskipun titik banjir lama beberapa diantaranya sudah diatasi. Namun muncul lagi titik baru akibat pembukaan lahan sehingga sedimentasi jadi cepat menumpuk.

“Selain itu perilaku sebagian masyarakat membuang sampah sembarangan juga menimbulkan banjir,” tuturnya. (rng)

Update