Selasa, 28 April 2026

Puluhan Sopir Jono Mogok Beroperasi

Berita Terkait

Sejumlah anggota Samapta Polresta Barelang saat mengawal supir angkot metrotrans Jodoh-Nongsa yang sempat mogok karena memprotes trans Batam yang akan memasuki jalur jalan Tengku Sulung Batamcenter, Rabu (27/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Puluhan sopir angkutan Jodoh-Nongsa (Jono) mogok beroperasi dan berkumpul di depan Bundaran SMA Negeri 3, Botania, Rabu (27/12). Aksi mogok sebagai bentuk protes penolakan rute baru trans Batam yang rencananya juga melintas di kawasan Botania.

“Kami keberatan dengan informasi rute baru Trans Batam, yang pastinya akan menganggu periuk nasi kami,” kata Ketua Koordinator Jono Batam disela aksi mogok.

Dikatakannya, selama rute Trans Batam, Jodoh-Nongsa hanya melewati jalur luar atau jalan besar. Namun tiba-tiba pihaknya mendapat informasi adanya perubahaan rute Jodoh-Nongsa yang akan memasuki wilayah Botania dalam. Padahal sopir Jono berharap dapat penumpang dari Botania ke Simpang KDA Batam Center.

“Setelah jalur itu kami berebut penumpang dengan angkutan lain. Jadi bagaimana kami mau dapat makan kalau trans Batam juga masuk ke wilayah Botania,” imbuh Eli.

Menurutnya, Dinas Perhubungan jangan terlalu memaksakan diri untuk mengoperasikan Trans Batam dijalur tersebut, sehingga menganggu ladang makan sopir Jono. Apalagi belum ada audensi dari sopir Jono terkait rencana tersebut. Karena itu ia berharap, Pemko Batam bisa bijak mengambil keputusan terkait nasib mereka.

“Kami mohonlah, kami siap bekerjasama karena sudah hampir 20 tahun melayani masyarakat dan tidak pernah ada masalah. Kami disini juga mencoba cari makan, bukan untuk diri sendiri tapi juga anak istri. Saat ini, jumlah sopir Jono ada sekitar 200an,” sebut Eli.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa Hendri membenarkan adanya rencana penambahan rute ke bagian dalam Botania. Hal itu sesuai dengan permintaan dari masyarakat , pihak sekolah dan tokoh masyarakat yang menginginkan Trans Batam masuk ke dalam jalan Botania.

“Banyak permintaan masyarakat dan pihak sekolah yang menginginkan Trans Batam lewat Botania. Masyarakat ingin mendapat pelayanan yang lebih efesien, nyaman dengan Trans Batam,” ujar Yusfa kepada Batampos, kemarin sore.

Atas permintaan itu pihaknya pun melakukan beberapa pertimbangan diantaranya, jalan yang ada di Botania masih satu jalur sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan macet jika trans Batam melewati daerah tersebut. Apalagi mengingat ukuran bus trans Batam yang besar.

“Ada beberapa pertimbangan kami belum melewati jalur tersebut, karena jalan tersebut kecil dan hanya satu jalur, jadi kami takut menyebabkan macet,” imbuh Yusfa.

Meski begitu, Yusfa mengaku rute tambahan Jodoh-Nongsa masih ada, hanya saja tidak melewati Botania. Rute Trans Batam akan melewati jalur dalam masuk dari arah Simpang Dotamana arah Cikitsu kemudian belok ke kiri ke arah Uniba.

“Jadi kami hanya melewati jalur yang sudah memiliki dua lajur. Kalau dari Dotamana ke Cikitsu memang masih satu jalur, tapi kan pendek, selebihnya ada dua lajur,” jelas Yusfa.

Disisi lain, ia menghimbau agar sopir angkut dan badan usaha angkut bisa berbenah dan memberi pelayanan kepada masyarakat lebih baik. Sehingga masyarakat bisa merasa aman dan nyaman saat naik angkot.

“Kami mohon kerjasamanya juga dalam memberi kenyamanan dan keselamatan kepada masyarakat. Kalau bisa lakukan peremajaan,” pungkas Yusfa. (she)

Update