batampos.co.id – Petugas satuan pengamanan (Avsec) Bandara International Hang Nadim Batam kembali menangkap satu orang kurir sabu, Rabu (27/12). Suprianto,34 ditangkap saat akan mencoba menyelundupkan sabu seberat 531 gram, yang disembunyikan dalam sepatunya. Percobaan penyelundupan sabu di Hang Nadim ini, terhitung sudah belasan kali dari November hingga Desember.
“Suprianto, kami tangkap saat memasuki terminal keberangkatan,” kata General Manager Operasional Bandara International Hang Nadim Batam, Suwarso, Rabu (27/12).
Petugas satuan pengamanan Hang Nadim, sedari awal sudah curiga melihat gerak gerik Suprianto saat berada di luar terminal keberangkatan. Saat turun dari kendaraan yang membawanya, Suprianto tidak langsung masuk ke dalam terminal keberangkatan. Ia terlihat sedikit panik, dan beberapa kali berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.
“Telepon pertama, kedua, ketiga hingga beberapa kali. Dia (Suprianto,red) tidak kunjung masuk ke dalam bandara,” ucap Suwarso.
Karena sudah menaruh rasa curiga terhadap Suprianto. Petugas sudah melakukan pengamatan.
“Kami ingin tahu, apa ada temannya, atau tidak,” ungkap Suwarso.
Setelah melakukan pembicaraan panjang dengan seseorang melalui ponselnya. Akhirnya Suprianto berjalan pelan menuju ke pintu masuk terminal keberangkatan. Terlihat pria beralamat di Bengkong Sadai, agak sedikit tertatih-tatih.
“Makin curiga petugas kami. Dan mencoba mengajaknya berbicara,” tutur Suwarso.
Obrolan petugas ini, bukan bertanya tentang apa yang dibawa oleh Suprianto. Tapi hanya menanyakan hendak kemana. Ditanya seperti itu, langsung membuat Suprianto gugup. Dengan sedikit gagap, ia mengatakan akan berangkat menuju Jakarta.
“Kami tetap biarkan dia memasuki pintu Walkthourght. Begitu memasuki pintu itu, alat pendeteksi kami berbunyi,” ungkap Suwarso.
Petugas langsung melakukan pengeledahan. Karena sudah terbiasa menghadapi orang-orang seperti Suprianto. Petugas melakukan pengecekan di sepatu. Karena melihat ada yang janggal di sepatu tersebut. Tidak ingin pemeriksaan ini jadi tontonan.
“Kami bawa masuk ke dalam ruangan Bea Cukai. Lakukan pengeledahan. Ternyata ada sabu seberat 531 gram yang disembunyikannya di dalam sepatunya,” ujar Suwarso.
Dari hasil pemeriksaan sementara, Suprianto mengakui hanya disuruh mengantarkan barang haram itu. Terkait siapa yang menyuruhnya, Suprianto memberikan jawaban yang bertele-tele.
“Kadang ia jawab tahu, lalu bilang lagi tidak. Karena ngawur gitu, kami serahkan pelaku ke pihak kepolisian,” ungkap Suwarso.
Kepala Bidang Pemberantasan (brantas) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, Bubung Pramiadi menuturkan kebanyakan sabu yang diselundupkan melalui Hang Nadim itu berasal dari Malaysia.
“98 persen dari Malaysia semua sabu,” ucap Bubung.

Ia mengatakan Batam hanyalah pintu masuk barang haram itu. Dari Malaysia Sabu masuk ke Batam, lalu baru didistribusikan ke beberapa wilayah di Indonesia. Bubung mengatakan hampir sebagian besar kurir sabu ditangkap di Bandara Hang Nadim, mengakui baru sekali menyelundupkan narkoba.
“Tapi beberapa waktu lalu, hasil tangkapan Bea Cukai di Hang Nadim. Kurir yang akan membawa sabu ke Surabaya, mengakui sudah enam kali melakukan pekerjaan itu,” ucapnya.
Selama enam kali, petugas Bandara Hang Nadim tidak pernah menaruh kecurigaan terhadapnya. “Lolos. Saat percobaan ketujuh dia tertangkap,” ujarnya.
Kepada penyidik BNNP Kepri, kurir ini mengakui mengirimkan sabu ke Surabaya, Sulawesi, Medan dan Jakarta. “Sabu dibawanya asal Malaysia,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi penyelundupan ini. Bubung mengatakan pihaknya telah menjalin koordinasi yang intensif dengan Petugas Satuan Pengamanan Bandara dan Bea Cukai.
“Bila ada yang ditangkap, cepat koordinasi. Dan bisa kami kembangkan,” pungkasnya. (ska)
