
batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri menangkap 92 orang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba dalam sepanjang tahun 2017. Dari 92 orang ini terdapat 12 orang asing dan satu remaja.
Barang bukti yang diamankan yakni 37.746,38 gram sabu, 14.412,16 gram ganja dan 398 butir ektasi.
“WN Asing itu satu dari Amerika, 11 dari Malaysia. Dan selebihnya orang Indonesia. Satu orang remaja itu, hanya sebagai kurir, ” kata mantan Kepala BNNP Kepri, Nixon Manurung, Rabu (27/12).
Nixon mengatakan tidak semua yang ditangkap pihaknya adalah kurir. Sebanyak 92 orang itu memiliki berbagai peranan yang berbeda-beda, ada sebagai bandar besar, kecil, pemilik modal, distributor, hingga kurir. “Ada yang kami amankan dari Pemodal, pemilik sabu hingga kurir kami tangkap. Namun ada juga yang hanya sampai bandar besarnya, tapi pemilik atau pemodalnya tidak dapat,” ujarnya.
Dari 92 orang ini, kata Nixon terdiri dari 21 jaringan. Secara rinci disebutkan oleh Nixon, jaringan termasuk dalam kategori besar ada 8. “Menengah ada 7 jaringan dan kecil 6 jaringan,” ungkap Nixon.
Sindikat narkoba ini, kata Nixon narkobanya kebanyakan dipasok dari Malaysia.
Selain menangkap para penyalahguna narkotika itu. Pihak BNNP Kepri juga melakukan penelusuran aset jaringan narkoba tersebut. “TPPUnya kami berlakukan. Untuk pemberantasan kasus kami itu ditargetkan 20 kasus saja. Tapi kami berhasil menyelesaikan 55 kasus,” ujar Nixon.
Tidak hanya meningkatkan pemberantasan saja, Nixon menuturkan pihaknya juga mengiatkan pencegahan. “Kami melakukan sosialisasi diberbagai tempat. Mulai dari instansi swasta hingga pemerintahan. Dari orang dewasa hingga anak-anak,” tuturnya.
BNNP Kepri juga berusaha menyembuhkan para pecandu narkoba. Sepanjang tahun ini sebanyak 912 orang yang direhabilitasi. “Target kami itu 935 orang,” ujarnya.
Nixon beralasan tidak sesuai targetnya rehabilitasi pencandu ini, karena rendahnya tingkat partisipasi dan kesadaran masyarakat di Kepri. “Harusnya kalau merasa pecandu, mari datang ke BNNP. Kami sembuhkan, begitu juga kalau ada keluarganya yang jadi pecandu, antar saja ke sini,” ungkapnya.
Walau rendahnya tingkat partisipasi masyarakat Kepri. Nixon mengatakan hal itu tidak membuat jajarannya putus asa.
“Kami terus upayakan sosialisasi. Kalau mereka tidak mendatangi kami, kami yang mendatangi mereka,” tuturnya.
Kepala BNNP Kepri Ricard Nainggolan menyampaikan akan melanjutkan kinerja yang sudah dibangun oleh Nixon.
“Kami akan tingkatkan lagi,’ ujarnya.
Ia menyadari letak geografis Kepri yang rentan akan penyelundupan narkoba.
“Oleh sebab itu kami intenskan koordinasi dengan berbagai pihak,” ucapnya.
Selain itu, Ricard mengatakan akan mencoba menambah jumlah personel dan peralatan. Saat ini personel BNNP Kepri hanya beberapa orang saja.
“Senjata juga, kami hanya punya dua pucuk saja. Ini akan dibenahi, BNN pusat dalam waktu dekat akan mendistribusikan senjata. Untuk mendukung kinerja BNNP Kepri,” pungkas Ricard. (ska)
