batampos.co.id – Usulan pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin) menjadi prioritas dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri. Gubernur Nurdin Basirun menganggap pembangunan jembatan ini dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi di Kepri.

“Kami berharap dukungan pemerintah. Saat ini untuk Detail Engineering Design (DED) sudah diajukan ke Bappenas,” kata Nurdin pada Rabu (27/12) di Lapangan Engku Putri Batamcentre.

Menurut Nurdin, total estimasi untuk pembangunan jembatan Babin sekitar Rp 7 triliun. Jika pemerintah mau menganggarkannya, ia yakin dapat mendorong pertumbuhan investasi di Kepri.

Alasan utama pembangunan Jembatan Babin adalah untuk mendorong pembangunan merata di Kepri. Selama ini pembangunan masih terpusat di Batam saja. Hal itu menyebabkan kemampuan fiskal di Kepri sangat minim. Lagipula mayoritas geografis Kepri adalah lautan sehingga butuh pembangunan infrastruktur.

Namun ia belum bisa menjanjikan kapan target pembangunan jembatan ini terealisasi.”Mohon doanya semoga cepat,” ungkapnya.

Sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kementerian PU PR untuk pengembangan Batam, Andre Sahat Tua Sirait mengatakan rencana pembangunan Jembatan Babin kembali menjadi pembicaraan di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat (PR) RI. Karena menjadi salah satu program prioritas pembangunan infrastruktur dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Rencananya pembangunan Jembatan Batam-Bintan ini bakal dikerjakan dalam tiga tahap. Tahap pertama, jembatan dengan panjang sekitar 7 km itu akan dibangun dari Batam ke Tanjung Sauh terlebih dahulu.Panjangnya 2,124 km. Kemudian dari Tanjung Sauh ke Pulau Buau, sepanjang 4,056 km. Pulau Buau ke Bintan sepanjang 855,3 meter.(leo)