
batampos.co.id – Setelah memainkan musik dari panggung ke panggung selama empat tahuun belakangan, Samudra Ensemble akan merilis album perdananya, Jumat (29/12) malam ini di Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang.
Adi Lingkepin, pemain biola Samudra Ensemble, mengatakan, album perdana bertajuk Sedayoung Kepri ini berisikan delapan lagu. “Semangatnya masih sama, kami memadumadankan bunyi-bunyi etnik dengan langgam kekinian,” ujar Adi, Kamis (28/12).
Mimpi Samudra Ensemble melalui album Sedayoung Kepri, sambung Adi, adalah mengantar khazanah musik tradisional Melayu ke ruang dengar generasi milenial. Lagu Progresive Makyong, misalnya. Musik pengiring seni teater Mak Yong itu digubah dengan kreatif menjadi lagu kekinian yang terbilang ramah di telinga anak-anak muda zaman sekarang.
Tapi Sedayoung Kepri bukan sekadar Progresive Makyong. Masih ada Sweet Malay dan Splice of Zapin Penyengat (dua lagu instrumental). Lalu lagu Kepri Berbenah, Tanjungpinang Kampong Kite, Zapin Cogan, Boria Samudra, dan Gurindam Plus yang siap memanjakan telinga para pendengarnya.
Khusus tentang lagu Gurindam Plus, Adi bercerita bahwa lagu ini adalah ladang adu kreativitas para personel Samudra Ensemble mengeksplorasi masing-masing kemampuan musikalitasnya.
“Tapi tanpa mengubah identitas kami sebagai band yang mengusung musik etnik dan khazanah tradisi sebagai spirit berkarya,” ungkap Adi.
Malam ini, di Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman, delapan nomor andalan itu akan dimainkan secara langsung. Konser peluncuran album yang diproduseri secara swadaya ini juga akan menyuguhkan pertunjukan yang tak biasa. Adi menjanjikan, panggung Samudra Ensemble malam ini akan mengobati kerinduan penikmat musik Tanjungpinang terhadap pergelaran tunggal sebuah kelompok musik.
“Siapa pun boleh datang besok (malam ini, red). Karena kursi di Gedung Aisyah Sulaiman terbatas, tentu datang lebih cepat itu lebih baik,” pungkas Adi. (aya)
