Selasa, 3 Februari 2026

Investasi di Batam Naik 136%

Berita Terkait

Kepala BP Batam Lukita Dinasyah Tuwo memberikan pemaparan kepada waratawan pada acara silaturahmi dengan insan media di Gedung BP Batam, kamis (28/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Batam masih menarik bagi investor asing. Terbukti, hingga penghujung tahun ini realisasi investasi asing tembus 1.116.895 dolar AS. Angka tersebut naik 136 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, sepanjang 2016 lalu investasi asing di Batam hanya mencapai 471.368 dolar AS dari 71 proyek. Sementara tahun ini, jumlah proyek sebanyak 73 proyek dengan nilai sebesar 1.116.895 dolar AS.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, mengatakan realisasi tersebut belum termasuk rencana investasi sebuah perusahaan yang bergerak di sektor biodiesel senilai Rp 1 triliun. Lukita mengatakan, perusahaan tersebut sudah memastikan akan menanamkan modalnya di Batam.

“Biodiesel akan realisasi karena sekarang izin diberikan,” kata Lukita, Jumat (29/12).

Selain itu, kata dia, saat ini sejumlah calon investor asing juga sudah melakukan penjajakan investasi. “Makanya dipanggil satu-satu dan minta sampaikan rencananya,” paparnya.

Untuk menggairahkan lagi iklim investasi di Batam, BP Batam berjanji akan terus meningkatkan kemudahan perizinan investasi dan menambah insentif untuk dunia usaha. Di antara insentif yang disiapkan BP Batam adalah untuk sektor galangan kapal atau shipyard..

“Galangan akan kita berikan insentif. Sekarang mulai berbenah. Ada juga investor yang ingin membangun pusat digital. Tapi belum bisa kami sampaikan,” sambungnya.

Selanjutnya, Lukita juga berjanji akan terus membenahi sistem dan tata kelola lahan. Termasuk menertibkan lahan telantar atau lahan tidur. Menurut dia, saat ini permintaan alokasi lahan terus masuk. Namun ketersediaan lahan di Batam kian terbatas.

Karenanya, menertibkan lahan tidur menjadi satu-satunya cara untuk menambah ketersediaan lahan di Batam. Dalam hal ini, Lukita mengaku akan melanjutkan kebijakan pimpinan BP Batam sebelumnya. Yakni mendata ulang lahan tidur dan memanggil pemiliknya untuk ditanya kembali terkait rencana bisnis dan pembangunan lahan yang telah dialokasikan.

“Kalau tak dibangun juga, akan dicabut,” tegasnya.

Dengan berbagai kebijakan dan kemudahan investasi yang ditawarkan, Lukita yakin perekonomian Batam akan terus membaik pada tahun 2018 mendatang. Ia bahkan optimistis pertumbuhan ekonomi Batam pada 2018 akan tembus di angka 5 persen (year on year/yoy).

Optimisme ini muncul saat ia melihat terus munculnya investasi baru dari luar negeri. Sebagai contoh pada Oktober lalu, ada 10 perusahaan baru dengan nilai investasi sebesar 10,5 juta dolar AS. Sementara pada Oktober 2016, hanya lima perusahaan baru yang masuk dengan nilai investasi hanya 5 juta dolar AS.

Kemudian pada November 2017 juga terjadi peningkatan jumlah perusahan baru yang masuk ke Batam. Yaitu sebanyak 12 dengan nilai total investasi sebesar 27,8 juta dolar AS. Angka tersebut naik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dimana hanya ada sembilan perusahaan baru dengan total nilai investasi sebesar 12,5 juta dolar AS.

“Dan kita akan terus berupaya meningkatkan agar investasi asing ini terus meningkat di Batam,” jelasnya.

Lukita menyebutkan, dari 73 proyek investasi asing di Batam, Singapura dan Malaysia masih mendominasi. Kemudian disusul investor asal Tiongkok, Inggris, Kanada, India, Myanmar, Australia, Luxembourg, Jepang, Amerika Serikat, Taiwan, Korsel, Mesir, Taiwan, dan gabungan negara-negara Eropa lainnya. (leo)

Update