
batampos.co.id – Kepemimpinan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam disorot berbagai pihak. Kini, Pemerintah Kota Batam tengah mengevaluasi kepemimpinan pada dinas yang dipimpin Pebrialin tersebut.
“Ia sedang dievaluasi. Apalagi kami sekitar bulan April ada perombakan eselon II (setingkat Kepala Dinas),” kata Wali Kota Batam Muhammad Rudi, kemarin.
Menurut Rudi menyiapkan pimpinan Disbudpar yang mumpuni adalah keharusan, karean sektor ini merupakan sektor harapan untuk mendongkrak ekonomi Batam.
“Agar nanti masaknya enak (kembangkan pariwisata). Kami cari kepala dinas yang betul-betul bagus,” ucapnya.
Namun ia menampik jika kepemimpinan sekarang tidak bagus. Ia beralasan setiap orang punya talenta masing-masing, ini yang ia akan tata kembali ke depan.
“Pariwisata ini soal seni. Talenta orang kan beda-beda, dia tidak bisa di pariwisata tak bisa juga terus di situ,” ucapnya.
Semrentara itu Sekretaris Daerah Jefridin menyampaikan, Pemko Batam sadar betul akan potensi pariwisata di Batam bagi perekonomian.
“Kami bersama Wali Kota sering sampaikan pariwisata ini adalah salah satu motor penggerak ekonomi. (kepemimpinan pada Disbudpar) sedang dievaluasi,” kata Sekretaris Daerah Batam Jefridin, kemarin.
Maka dari itu, kata dia, pengembangkan infrastruktur tengah digalakkan, hal ini dilakukan salah satunya untuk menyiapkan peningkatan sektor kepariwisataan.
“Setelah jalan dibangun Bina Marga, Dinas Pariwisata tinggal bagaimana menjual (mengembangkan) potensi wisata yang ada,” katanya.
Menurutnya, salah satu yang perlu dikembangkan Disbudpar adalah menyelenggarakan agenda kepariwisataan yang dapat memancing wisatawan berkunjung ke Batam.
“Even dengan modal yang kecil tapi mendatangkan wisatawan yang banyak. Caranya kita dorong MICE Batam. Ternyata parwisata kita masih seperti ini, pak wali udah tau dan (kepemimpinan Disbudpar) akan dievaluasi,” terang Jefridin.
Ia mengatakan, sejatinya secara umum tak hanya kepemimpinan pada Disbudpar yang dievaluasi, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga perlu dilakukan hal serupa.
“Dalam hal ini saya terus bantu pak Wali Kota untuk terus mengkoordinir OPD. Bagi OPD yang masih lemah kinerjanya tak ada kata lain mereka harus perbaiki,” imbuhnya.
Sementara itu, Badan Pengusahaan Batam tengah semangat mengembangkan sektor pariwisata. Hal ini tercermin dari pembentukan Biro Pariwisata, pemilihan Duta Wisata, pengembangan destinasi hingga menggelar even.
Terkait ini, anggota DPR RI Nyat Kadir mengingatkan BP Batam agar tidak lupa memikirkan carabmempertahankan sektor manufaktur yang kini banyak tutup dan galangan yang mati suri.
“Kini yang diurus pariwisata yang bisa diurus Pemda. Sekarang dua-duanya (BP Batam dan Pemko Batam) urus pariwisata padahal yang mati shipyard, industri pada kolaps,” kritik mantan Wali Kota Batam ini. (cr13)
