
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menerapkan efisiensi belanja pegawai tahun 2018 mendatang. Terkait ini Pemko Batam menghitung akan menghemat sekitar Rp 100 miliar.
Seketaris Daerah (Sekda) Kota Batam mengatakan, langkah yang akan diambil yakni konsumsi rapat hingga perjalanan dinas akan dipangkas.
“Rapat cuma air putih, bahkan tidak ada. Perjalanan dinas dalam daerah dihapus, sementara dinas luar juga dipangkas 50 persen,” paparnya, kemarin.
Ia mengatakan, efisiensi tahun depan tak menganggu program yang bersentuhan dengan masyarakat dan dipastikan aka terus berjalan. Termasuk salah satu yang utama yakni pengembangan infrastruktur.
“Tak ada yang ditunda (pembangunan jalan) , semua dilanjutkan,” imbuhnya.
Terkait langkah ini, Jefridin optimistis tahun 2018 PAD Batam akan tercapai. Bahkan, ia yakin pihaknya bisa menutup kekurangan PAD dari target di tahun 2017 sekitar Rp 107 miliar. Untuk diketahui, hingga kini capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam tahun 2017 baru tercapai 81,72 persen atau Rp 887 miliar dari target Rp 1,086 triliun.
“Ini anngka sementara tahu pastinya awal tahu,” imbuhnya.
Menurutnya sektor PAD punya cukup andil akan defisit APBD BAtam tahun 2017, dalam hal ini Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) punya andil yang cukup besar. PAdahal target pendapatan sektor ini sduah diubah dari Rp 342 miliar menjadi Rp 250 miliar.
“Dari BPHTB saja sekitar Rp 60 miliar,” ungkapnya.
Selain capaian PAD yang minim, Jefridin mengaku sektor lain yang menyeret APBD BAtam adalah Dana Bagi Hasil (DBH) baik dari pusat maun provinsi yang belum dibayar tahun ini.
“Dari pusat sekitar Rp 20 miliar lebih. Dari provinsi sekitar Rp 30 miliar lebih,” pungkasnya. (cr13)
